Rabu, 14 November 2012

kreatif

TANGGA PIANO »

7APR

PELAYANAN KREATIF

Posted April 7, 2008 by petrusfs in Uncategorized. Ditandai:creative ministry, creativity, kreatifitas, kreativitas,pelayanan kreatif. 3 Komentar

1.       Pendahuluan

Yang dimaksudkan dengan Pelayanan Kreatif adalah pelayanan yang berdasar kuat pada kebenaran firman Tuhan, tetapi dilaksanakan secara kreatif agar kebenaran tersebut dapat mengenai sasaran, yakni orang yang dilayani, secara lebih efektif dan efisien.

Gereja berada di tengah-tengah dunia yang penuh dengan kreativitas, tetapi masih ada gereja yang mempertahankan cara-cara atau metode yang kuno yang tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman. Yang dimaksudkan di sini bukan isi pelayanannya melainkan bentuk dan cara bagaimana pelayanana itu dilakukan.

Gereja seharusnya memelopori Kreativitas ini, karena gereja adalah persekutuan orang-orang percaya yang adalah anak-anak Allah Pencipta. Istilah Creator (Pencipta) erat kaitannya dengan kata Creative (Kreatif). Itu berarti Roh Allah yang tinggal di dalam setiap diri orang percaya akan memampukannya menjadi insane-insan yang kreatif.

Henri J.M. Nouwen menyatakan bahwa dalam bukunya, Creative Ministry, bahwa hari-hari ini ada kelaparan dan keharusan yang luar biasa terhadap hal-hal rohani. Untuk memenuhi kebutuhan yang amat mendesak itu setidaknya ada 5 (lima) bagian dalam pelayanan yang seharusnya dibuat begitu kreatif: pengajaran (teaching), khotbah(preaching), konseling (counseling), pengorganisasian (organizing), dan perayaan(celebrating)[1]

2. Tujuan Mempelajari Kreativitas?

Adapun tujuan kita mempelajari kreativitas adalah:

(a) Untuk mengembangkan potensi yang kita miliki melampaui batasan-batasan intelegensia yang ada.

(b) Untuk dapat berkompetisi secara sehat dalam pelayanan. Dalam dunia dengan kompleksitas, perubahan, dan kompetisi yang semakin meningkat, membangkitkan gagasan baru sangatlah penting untuk pelayanan kita.

(c) Untuk dapat mengefektifkan kreativitas SDM yang ada dalam lingkup jemaat.

(d) Untuk berupaya menemukan cara-cara baru dan lebih baik dalam menyelesaikan masalah dalam pelayanan.

(e) Untuk mengembangkan komunitas di sekitar tempat kita melayani.

(f) Untuk membangun pengetahuan yang alamiah.

(g) Untuk mengembangkan gejala kemanusiaan yang alami, karena kreativitas sangat bersifat demokratis.

(h) Untuk meningkatkan kesehatan mental, karena kreativitas merupakan aspek penting kesehatan mental.

(i) Untuk mengembangkan kelompok-kelompok peminat kreativitas dalam pelayanan.

(j) Untuk mengembangkan seluruh aspek kehidupan melalui pelayanan.

(k) Untuk menyumbangkan pemikiran yang lebih baik bagi kepemimpinan yang efektif.

(l) Untuk memperkuat proses pembelajaran jemaat

3. Dasar Teologis Pelayanan Kreatif

Setiap hal yang kita lakukan bagi Tuhan dan sesame harus memiliki landasan firman Tuhan yang kuat. Demikian pula dengan Pelayanan Kreatif ini.

3.1. Makna Pelayanan

Apakah pelayanan itu? Hal ini harus dipahami terlebih dahulu oleh setiap orang yang mau melayani Tuhan.

Secara etimologi, kata "pelayanan" memiliki makna yang amat kompleks. Dalam bahasa Yunani digunakan beberapa istilah, yaitu:

(1) doulow (douloō) – melayani sebagai hamba atau budak! Pada zaman PB, seorang budak dapat dibeli atau dijual sebagai komoditi. David Watson menyatakan : "Seorang budak adalah seorang yang sama sekali tidak memiliki kepentingan diri sendiri. Dalam ketaatan penuh kerendahan hati ia hanya bisa berkata dan bertindak atas nama tuannya. Dalam hal ini tuannya berbicara dan bertindak melalui dia". Benar-benar tak berdaya. Sebagai orang percaya, kita sekalian adalah orang-orang yang telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba (doulos) kebenaran (Roma 6:18), menjadi hamba Allah (Roma 6:22).

(2) diakonew (diakoneō) – melayani sebagai pelayan dapur, yang menantikan perintah di sekitar meja makan (Mat. 8:15; Efs. 4:12). Ini bukan pekerjaan yang menyenangkan, karena seringkali ia akan menerima dampratan dari orang yang merasa kurang puas dilayani. Dalam arti luas kata ini menyatakan seseorang yang memperhatikan kebutuhan orang lain, kemudian berupaya untuk dapat menolong memenuhi kebutuhan itu. Orang bisa saja bekerja sebagai budak (doulos) dan tidak menolong seorangpun; tetapi jika ia seorang diakonos, ia berkaitan erat dengan upaya menolong orang lain (Luk 22:27; Yoh. 12:26; 1 Tim. 3:13).

(3) uphrethV (hupérètés) – melayani sebagai bawahan terhadap atasannya. Duane Dunham menyatakan bahwa seorang hupérètés adalah seorang yang segera memberikan tanggapan dan tidak banyak tanya tentang tugas yang dipercayakan kepadanya. Dalam bidang pelayanan ia adalah seorang kelasi kapal. Dalam Kisah 24:13 kita melihat sahabat-sahabat Paulus bertindak selaku hupérètés terhadap Paulus, yaitu menolong hamba Tuhan lain agar pelayanannya menjadi lebih efektif.

(4) litourgikoV (litourgikos) – melayani orang lain di depan publik (Kisah 13:2). Pelayanan ini dilakukan kepada sejumlah orang pada saat yang bersamaan, sehingga harus direncanakan dan terus ditingkatkan.

Jadi setiap pelayan Tuhan adalah: seorang hamba (budak) Kristus (doulos), seorang pelayan yang selalu rindu menolong orang lain dalam memenuhi kebutuhannya (diakonos), seorang yang tidak diperhitungkan namun pelayanannya amat dibutuhkan (hupérètés), seorang yang disorot oleh banyak orang (litourgikos).

3.2. Kreativitas Pelayanan

Dalam Alkitab terdapat banyak contoh bagaimana pelayanan dilakukan secara kreatif, baik secara langsung sebagai tindakan Allah sendiri, maupun secara tidak langsung melalui hamba Tuhan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

(a) Pelbagai bentuk ciptaan Allah seperti jenis-jenis binatang, tanaman, dan manusia menyatakan bahwa Allah itu mahakreatif.

(b) Dalam memberikan solusi bagi pelbagai permasalahan yang dihadapi umat Israel dalam perjalanan dari Mesir ke Kanaan, Allah bertindak secara kreatif: menyibak Laut Taberau, memberi makan manna dan daging dari burung puyuh, memberikan air minum dari bukit batu, memimpin, melindungi dan menaungi dengan tiang awan dan tiang api.

(c) Dalam menyampaikan pesan-pesan dari Allah, para nabi juga menggunakan cara-cara yang kreatif, bahkan nabi Hosea menjadikan keluarganya sebagai alat peraga.

(d) Dalam berkomunikasi dengan umat-Nya Allah juga kreatif, yaitu menggunakan pelbagai cara: berbicar alangsung, melalui penglihatan, mimpi, peristiwa alam, dan melalui Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal (Ibr. 1:1-3).

(e) Dalam pengajarannya Yesus Kristus menggunakan metode kreatif, seperti: metode bercerita dengan perumpamaan, menggunakan alat peraga, berdiskusi dan tanya-jawab, dan sebagainya.[2]

Bentuk pelayanan yang kreatif dicontohkan secara mendasar oleh Henri M. Nouwen sebagai penggabungan antara profesionalisme dan spiritualitas, yaitu: (1) pengajaran yang lebih dari sekedar pengalihan pengetahuan; (2) penyampaian khotbah yang lebih dari sekedar menceritakan kembali kisah-kisah Alkitab; (3) pelayanan pastoral yang lebih dari sekedar memberikan respons atau tanggapan yang baik; (4)pengorganisasian yang lebih dari sekedar menyusun struktur, dan (5)perayaan yang lebih dari sekedar ibadah yang bersifat protektif.[3]

Terhadap kreativitas pelayanan ini ada dua pandangan yang perlu dianalisa dan dikaji lebih lanjut, yaitu pandangan Kaum Reformed, dan pandangan Kaum Sakramentalis (Katolik).[4]

4. Aspek-aspek Pengertian Kreativitas

4.1. Definisi Kreativitas – 4 P

Ada empat unsur penting dalam kreativitas yang dijadikan titik tolak definisi oleh para ahli.

4.1.1. Definisi PRIBADI – Kreativitas adalah sesuatu yang muncul dari interaksi pribadi yang unik dengan lingkungannya.

Teori tentang pembentukan pribadi kreatif meliputi 2 (dua) aliran yang paling berpengaruh, yaitu :

(a) Teori Psikoanalisis

§ Sigmund Freud (1856-1939) – kemampuan kreatif merupakan cirri kepribadian yang menetap pada lima tahun pertama dari kehidupan.

§ Ernest Kris (1900-1957) – orang-orang kreatif adalah mereka yang paling mampu memanggil bahan-bahan dari alam pikiran tidak sadar.

§ Carl Jung (1875-1961) – Dari ketidaksadaran kolektif (yang diperoleh dari masa lalu dan ingatan kabur pengalaman seluruh umat manusia) timbi penemuan, teori, seni, dan karya-karya baru lainnya.

(b) Teori Humanistik

§ Abraham Maslow (1908-1970) – dalam memenuhi kebutuhannya, terutama kebutuhan aktualisasi dan estetik, manusia menjadi kreatif.

§ Carl Rogers (1902-1987) – pribadi yang kreatif: (a) terbuka terhadap pengalaman; (b) mampu menilai situasi dengan patokan pribadi seseorang; (c) mampu bereksperimen, untuk "bermain" dengan konsep-konsep

(c) Ciri-ciri kepribadian Kreatif

§ Selalu ingin tahu

§ Mandiri dan memiliki rasa percaya diri

§ Lebih berani mengambil resiko (tetapi disertai perhitungan)

§ Tidak menghiraukan kritik atau ejekan dari orang lain

§ Tidak takut membuat kesalahan dan tidak takut mengemukakan pendapat

§ Berani tampil beda, menonjol, membuat kejutan, atau menyimpang dari tradisi.

§ Memiliki energi, spontanitas, dan kepetualangan yang tinggi

§ Mempunyai rasa humor yang tinggi

§ Memiliki kecenderungan pada hal-hal yang rumit dan misterius

§ Memiliki minat besar terhadap seni, sastra, musik, dan teater

4.1.2. Definisi PROSES

Menurut E.P. Torrance (1988), kreativitas adalah:[5]

… the process of 1) sensing difficulties, problems, gaps in information, missing elements, something asked; 2) making guesses and formulating hypotheses about these deficiencies; 30 evaluating and testing these guesses and hypotheses; 4) possibly revising and retesting them; and finally 5) communicating the results.

Definisi Torrance ini meliputi seluruh proses kreatif dan ilmiah mulai dari menemukan masalah sampai dengan menyampaikan hasil. Teori tentang proses kreatif bertumpu pada Teori Wallas (The Art of Thought – 1926) tentang tahap-tahap proses kreatif (yaitu persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi), dan teori tentang belahan otak kiri dan kanan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terutama belahan otak kanan yang berkaitan dengan fungsi-fungsi kreatif.

4.1.3. Definisi PRODUK

Menurut Barron (1992), "kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan/ menciptakan sesuatu yang baru", sedangkan menurut Hefele (1962), "Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang mempunyai makna sosial."

Rogers mengemukakan criteria untuk produk kreatif, yaitu: (1) produk itu harus nyata (observable); (2) produk itu harus baru, dan (3) produk itu adalah hasil dari kualitas unik individu dalam interaksi dengan lingkungannya.

Besemer dan Treffinger (1981) memaparkan suatu model, bahwa produk kreatif dapat digolongkan menjadi tiga kategori, yaitu berdasarkan kriteria:

(a) kebaruan (novelty) – jumlah dan luas proses yang baru, teknik baru, bahan baru, konsep baru yang terlibat, dalam hal di dalam dan di luar lapangan/bidang, dalam hal dampak dari produk terhadap produk kreatif di masa depan. Selanjutnya produk itu original dalam arti sangat langka di antara produk-produk yang dibuat oleh orang-orang dengan pengalaman dan pelatihan yang sama; juga menimbulkan kejutan (surprising) di mana sebelum memberikan penilaian orang tercengang bahkan kaget; dan produk itu jugagerminal dalam hal dapat menimbulkan gagasan produk orisinal lainnya.

(b) pemecahan (resolution) – yaitu sejauh mana produk itu memenuhi kebutuhan dari situasi bermasalah. Produk itu harus bermakna (valuable) menurut para pengamat karena memenuhi kebutuhan; logis, dengan mengikuti aturan yang ditentukan dalam bidang tertentu; dan berguna karena dapat diterapkan secara praktis.

(c) kerincian (elaboration) serta sintesis – yaitu sejauh mana produk itu menggabung unsure-unsur yang tidak sama/serupa menjadi keseluruhan yang canggih dan koheren (bertahan secara logis). Dalam hal ini produk itu harus:

· organis, yaitu mempunyai arti inti seputar mana produk itu disusun;

· elegan, yaitu canggih, memiliki nilai lebih dari yang tampak;

· kompleks, yaitu berbagai unsure digabung pada satu tingkat atau lebih;

· dapat dipahami, karena tampil secara jelas;

· menunjukkan ketrampilan atau keahlian yang baik, dikerjakan secara seksama.

Manfaat dari penentuan kriteria suatu penilaian produk kreatif, ialah bahwa diketahui kekuatan dan kelemahan dari suatu produk. Namun suatu produk tidak perlu memenuhi semua kriteria. Misalnya:

Penilaian Kriteria terhadap Penemuan Telepon oleh Bell[6]

Kriteria

Tingkat


Kriteria

Tingkat






Orisinalitas

Tinggi


Organis

Tinggi

Kejutan

Tinggi


Elegan

Rendah

Germinal

Tinggi


Majemuk

Rata-rata

Bermakna

Tinggi


Dapat dipahami

Tinggi

Logis

Tinggi


Keterampilan

Rendah

Berguna

Tinggi




4.1.4. Definisi "PRESS" / PENDORONG – Kreativitas dapat terwujud karena adanya dorongan dalam diri individu (motivasi intrinsic) maupun dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik).

Menurut Rogers (dalam Vernon, 1982), pada setiap orang ada kecenderungan atau dorongan untuk mewujudkan potensinya, untuk mewujudkan dirinya; dorongan untuk berkembang dan menjadi matang, dorongan untuk mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitas seseorang. Dorongan ini merupakan motivasi primer untuk kreativitas ketika individu membentuk hubungan-hubungan baru dengan lingkungannya dalam upaya menjadi dirinya sepenuhnya.

Sedangkan kondisi eksternal yang mendorong timbulnya kreativitas adalah keamanan psikologis dan kebebasan psikologis.

4.2. Pengembangan Kreativitas

Dalam pengembangan kreativitas ada beberapa factor penentu, yaitu peran keluarga, sekolah/pembinaan, dan masyarakat/gereja.

4.2.1. Peranan Keluarga

Menurut Amabile ada beberapa faktor dalam keluarga yang menentukan kreativitas seseorang: kebebasan, respek, kedekatan emosional yang sedang, prestasi (bukan angka), orang tua yang aktif dan mandiri, serta menghargai kreatifitas.[7]

Faktor lainnya adalah keberadaan orang tua sebagai model Penelitian menunjukkan bahwa anak kreatif mengidentifikasi diri dengan banyak orang dewasa dari dua jenis kelamin, dan bahwa komunikasi dengan orang dewasa yang menarik, aktif, dan berprestasu dapat merangsang kreativitas anak.

(a) Sikap orang tua yang memupuk kreativitas anak ialah:

· menghargai pendapat anak dan mendorongnya untuk mengungkapkannya;

· memberi waktu kepada anak untuk berpikir, merenung, dan berkhayal;

· membiarkan anak mengambil keputusan sendiri;

· mendorong kemelitan anak, untuk menjajaki dan mempertanyakan banyak hal;

· meyakinkan anak bahwa orang tua menghargai apa yang ingin dicoba dilakukan, dan apa yang dihasilkan;

· menunjang dan mendorong kegiatan anak;

· menikmati keberadaannya bersama anak;

· memberi pujian yang sungguh-sungguh kepada anak;

· mendorong kemandirian anak dalam bekerja;

· melatih hubungan kerja sama yang baik dengan anak.

(b) Sikap orang tua yang tidak menunjang pengembangan kreativitas anak ialah:

· mengaakan kepada anak bahwa ia dihukum jika berbuat salah;

· tidak membolehkan anak menjadi marah terhadap orang tua;

· tidak membolehkan anak mempertanyakan keputusan orang tua;

· tidak membolehkan anak bermain dengan anak dari keluarga yang mempunyai pandangan dan nilai yang berbeda dari keluarga anak;

· anak tidak boleh berisik;

· orang tua ketat mengawasi kegiatan anak;

· orang tua memberi saran-saran spesifik tentang penyelesaian tugas;

· orang tua kritis terhadap anak dan menolak agagasan anak;

· orang tua tidka sabar dengan anak;

· orang tua dan anak adu kekuasaan; serta

· orang tua menekan dan memaksa anak untuk menyelesaikan tugas.

4.2.2. Peranan Sekolah

Beberapa faktor penting dalam pembinaan di sekolah (atau di gereja) yang dapat membangkitkan kreativitas adalah sebagai berikut:[8]

(1) Sikap Guru – yaitu mendorong motivasi intrinsik. Pendekatan yang terbaik adalah mengarahkan peserta didik ke tujuan keseluruhan, tetapi mendorong untuk belajar dengan cara yang menurut mereka terbaik bagi mereka. Penekanannya adalah pada belajar, dan tidak pada penilaian.

(2) Falsafah Mengajar – yaitu falsafah yang menyatakan bahwa:

· belajar adalah sangat penting dan sangat menyenangkan;

· anak patut dihargai dan disayangi sebagai pribadi yang unik;

· anak hendaknya menjadi pelajar yang aktif;

· anak perlu merasa nyaman dan dirangsang di dalam kelas;

· anak harus mempunyai rasa memiliki dan kebanggaan di dalam kelas;

· guru merupakan narasumber, bukan polisi atau dewa;

· guru memang kompeten, tetapi tidak perlu sempurna;

· anak perlu merasa bebas untuk mendiskusikan masalah secara terbuka baik dengan guru maupun dengan teman sebaya;

· kerja sama selalu lebih daripada kompetisi;

· pengalaman belajar hendaknya dekat dengan pengalaman dari dunia nyata.

(3) Pengaturan Ruang Kelas – beberapa pengaturan ruang kelas yang bisa membangkitkan kreativitas:

· Kelas bisa bervariasi antara kelas terbuka dan kelas tradisional (tertutup).

· Ruang kelas merangsang secara visual, tanpa mengganggu perhatian. Ruang kelas penuh dengan berbagai produk hasil karya peserta didik yang beragam. Ada lukisan, foto, karangan, patung, dan karya-karya lain.

· Tersedianya bahan pendidikan yang beragam dalam jumlah banyak.

· Peserta didik mengusahakan bahan-bahan dari luar untuk kelas mereka.

(4) Strategi Mengajar – yaitu strategi pengajaran dalam hal:

· memberikan penilaian (tidak hanya oleh guru tetapi juga melibatkan peserta didik),

· pemberian hadiah (yang tidak berupa materi dan berkaitan dengan kegiatan yang sedang dilakukan), dan

· memberi kebebasan kepada peserta didik dalam memilih (misalnya memilih topik karangannya sendiri, dsb.)

4.2.3. Peranan Masyarakat

Menurut Ariet (1976), masyarakat yang mampu berperan dalam pengembangan kreativitas (disebut masyarakat yang memiliki kebudayaancreativogenis) memiliki karakteristik sebagai berikut:[9]

· tersedianya sarana-prasarana kebudayaan;

· keterbukaan terhadap rangsangan kebudayaan;

· penekanan pada becoming, tidak hanya pada being;

· kesempatan bebas terhadap media kebudayaan;

· kebebasan, dengan pengalaman tekanan dan tintangan sebagai tantangan;

· menghargai dan dapat mengintegrasi rangsangan dari kebudayaan yang berbeda;

· toleransi dan minat terhadap pandangan yang divergen;

· interaksi antara pribadi-pribadi yang berarti; dan

· adanya insentif, penghargaan atau hadiah

Dalam lingkup Pelayanan, yang dimaksud dengan masyarakat adalah lingkungan Pelayanan itu sendiri, misalnya jemaat dan sistem pemerintahan gereja atau manajemen gereja secara keseluruhan.

4.3. Kendala Kreativitas Dan Cara Mengatasinya

Menurut Utami Munandar ada beberapa hal yang bisa menjadi kendala bagi kreativitas seseorang. Kendala-kendala tersbut bisa bersifat internal yaitu dari individu itu s4endiri, atau sumber eksternal, baik lingkungan makro (kebudayaan, masyarakat) maupun lingkungan mikro (keluarga, sekolah, teman sebaya).[10]

Utami juga mengutip Shalcross (1985) yang menggolongkan sumber-sumber kendala sebagai berikut: kendala historis, kendala biologis, kendala fisiologis, kendala sosiologis, kendala psikologis, dan kendala diri sendiri.[11]

Dalam mengembangkan kreativitas juga menghadapi kendala, yaitu dari evaluasi yang keliru, pemberian hadiah yang tidak tepat, persaingan yang tidak sehat, dan lingkungan yang membatasi.[12]

Adams (1986) menggunakan istilah conceptual blocks, yaitu dinding mental yang merintangi individu dalam pengamatan suatu masalah serta pertimbangan cara-cara pemecahannya. Itu harus dihadapi dengan conceptual blockbusting. Berikut ini adalah beberapa bentuk kendala konseptual:[13]

4.3.1. Kendala Eksternal

(1) Kendala Kultural – kekuatan social-budaya ini mempengaruhi pola perilaku seseorang, perasaan, sikap, interaksi, system nilai, pendidikan, normakelompok, dan hamper semua aspek kehidupan, termasuk perilaku kreatif.[14] Beberapa contoh antara lain:

· berkhayal atau melamun adalah membuang-buang waktu;

· suka atau sikap bermain hanyalah cocok untuk anak-anak;

· keharus berpikir logis, kritis, analitis, dan tidka mengandalkan pada perasaan atau firasat;

· menyatakan bahwa setiap masalah dapat dipecahkan dengan pemikiran ilmiah dan dengan uang banyak;

· keterikatan pada tradisi; dan

· adanya atau berlakukanya tabu.

(2) Kendala Lingkungan Dekat (Fisik dan Sosial) – yang termasuk lingkungan dekat ialah keluarga dan lingkungan kerja. Contohnya antara lain:

· kurang adanya kerja sama dan saling percaya antara anggota keluarga atau antara sejawat;

· majikan (orang tua) yang otokrat dan tidka terbuka terhadap ide-ide bawahannya (anak);

· ketidaknyamanan dalam keluarga atau pekerjaan;

· ganggunag lingkungan, keributan, kegelisahan, serta

· kurang adanya dukungan untuk mewujudkan gagasan-gagasan.

4.3.2. Kendala Internal

(1) Kendala Perseptual, yang dapat berupa:

· kesulitan untuk mengisolasi masalah;

· kecenderungan untuk selalu memabatasi masalah;

· ketidakmampuan untuk melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang;

· melihat apa yang diharapkan akan dilihat, pengamatan stereotip, memberi label terlalu dini;

· kejenuhan, sehingga tidak peka lagi dalam pengamatan; serta

· ketidakmampuan untuk menggunakan semua masukan sensoris.

(2) Kendala Emosional, yang dapat berupa:

· tidak adanya tantangan; masalah tersebut tidak menarik perhatian;

· semangat yang berlebih; terlalu bermotivasi untuk cepat berhasil; hanya melihat satu jalan untuk diikuti;

· takut membuat kesalahan; takut gagal; takut mengambil resiko;

· tidak tenggang rasa terhadap ketaksaan (ambiguity), kebutuhan yang berlebih akan keteraturan dan keamanan;

· lebih suka menilai gagasan, daripada memberi gagasan, serta

· tidak dapat rileks, atau berinkubasi.

(3) Kendala Imajinasi, yang dapat berupa:

· pengendalian yang terlalu ketat terhadap alam pra-sadar atau tidak sadar;

· tidak memberi kesempatan pada daya imajinasil serta

· ketidakmampuan untuk membedakan realitas dan fantasi.

(4) Kendala Intelektual, yang dapat berupa:

· kurang Informasi atau Informasi yang salah;

· tidak lentur dalam menggunakan strategi pemecahan masalah; serta

· perumusan masalah tidak tepat.

(5) Kendala dalam Ungkapan, yang dapat berupa:

· keterampilan bahasa yang kurang untuk mengungkapkan gagasan, dan

· keterlambatan dalam ungkapan secara tertulis.

4.3.3. Cara Mengatasinya

Adams (1986) menyatakan adanya beberapa cara atau strategi yang secara umum dapat digunakan untuk membantu kita dalam kinerja kreatif:[15]

(1) menggunakan cara-cara yang non-verbal, seperti: berpikir visual (dalam gambaran atau bayangan), atau yang mengandalkan alat indra lainnya;

(2) mempunyai sikap mempertanyakan (questioning), atau menyelidiki(inquisitive);

(3) memiliki kelancaran dan kelenturan dalam berpikir;

(4) menggunakan teknik-teknik kreatif.

5. Teknik-teknik Kreativitas

Ada beberapa teknik kreativitas yang bisa dikembangkan lebih lanjut.

5.1. Teknik Kreatif Tingkat I

(1) Memberikan pemanasan (warming up) atau pemecahan suasana (ice-breaker).

Teknik yang biasa digunakan dalah merangsang pikiran divergen dengan mengajukan pertanyaan yang mendorong ungkapan pikiran dan perasaan yang berakhir terbuka (open-ended thoughts and feelings), seperti:

(a) Andaikata …

· Andaikata tidak pernah hujan, apa akibatnya?

· Andaikata semua orang sama pandainya, apa yang akan terjadi?

(b) Dapatkah memberikan judul lain untuk suatu cerita, sajak, atau lukisan?

(c) Dapatkah menyelesaikan gambar, bentuk, atau cerita yang belum selesai?

(d) Bagaimana dapat memperbaiki buku pelajaran, bangku kuliah, tas, sepatu, ruang kuliah, halamnan kampus?

(e) Dapatkah memikirkan penggunaan baru untuk benda seharu-hari, seperti: kapur, pensil, bola tennis, dan lain-lain?

(2) Sumbang Saran (Brainstorming)

Jika diajarkan dan diterapkan dengan tepat, maka teknik yang dikembangkan oleh Alex F. Osborn ini merupakan teknik yang ampuh untuk meningkatkan gagasan. Ia menyatakan bahwa ada 4 (empat) aturan dasar untuk Sumbang Saran, yaitu:[16]

(a) Kritik tidak dibenarkan atau ditangguhkan, mislnya: Hal itu sudah seing dilakukan …; Hal itu belum pernah dilakukan …; Rasanya tidak akan jalan …; Gagasan itu aneh sekali ….

(b) Kebebasan dalam memberikan gagasan.

(c) Gagasan sebanyak mungkin.

(d) Kombinasi dan peningkatan gagasan, misalnya: tentang: "ikat pinggang"

§ Mobil Anda rusak, dan Anda terdampar di padang pasir. Yang Anda miliki hanyalah satu koper penuh berisi ikat pinggang. Bagaimana Anda dapat menggunakannya?

§ Teman-teman Anda akan datang selama satu jam untuk merayakan ulang tahun Anda. Anda hanya memiliki setumpukan ikat pinggang. Apa yang dapat Anda lakukan?

§ Andaikan ikat pinggang itu sepuluh kali lebih besar dan lebih kuat, untuk apa saja Anda dapat menggunakannya?

§ Sekarang ikat pinggang itu sepersepuluh dari ukuran sebelumnya. Dapat digunakan untuk apa saja?

§ Ikat pinggangnya dibuat dari es, kayu, perak atau kertas. Apa saja kemungkinan penggunaannya?

§ Kembangkan setidaknya 10 ide untuk hal-hal berikut ini

1. Suatu makanan snack baru

2. Bagaimana cara menenangkan anak-anak yang sedang gaduh di dalam sebuah bis

3. Bagaimana memperoleh lebih banyak turis berkunjung ke Indonesia

4. Bagaimana mempertemukan dua orang sejoli agar nampak romantis

5. Bagaimana mengurangi biaya perawatan di rumah sakit

6. Bagaimana mengurangi kepadatan di bandara dan delay pesawat

7. Sebuah nama sabun detergent baru

8. Bagaimana caranya agar kunci mobil aman saat berada di pantai

9. Suatu mainan baru

10. Suatu produk elektronik baru

(3) Pertanyaan yang memicu gagasan (Idea Spurring Questuions)

Dalam teknik ini banyak digunakan "kata kerja manipulatif" yang dapat membantu seseorang dalam mengembangkan gagasan kreatif dengan melihat hubungan-hubungan baru, memanipulasi Informasi dan gagasan untuk menghasilkan ide-ide yang orisinal.[17]

(a) Penggunaan lain – Apa yang dapat Anda lakukan dengan 100 roda dari sepatu roda?

(b) Menyesuaikan – Apa saja yang dapat digunakan sebagai tempat duduk?

(c) Mengubah – Apa saja yang dapat Anda pikirkan agar pergi ke dokter gigi lebih menyenangkan?

(d) Memperbesar – Bagaimana bila ulang tahun dirayakan tiga kali dan tidak hanya sekali setahun?

(e) Memperkecil – Bagaimana jika sekolah hanya satu jam sehari? Bagaimana jika orang hanya 30 sentimeter tingginya?

(f) Mengganti – Apa yang akan terjadi jika sepeda dapat terbang di udara dan berlayar di laut?

(g) Menyusun kembali – bagaimana jika Anda belajar di sekolah pada malam hari dan tidur di sing hari?

(h) Membalik – Bagaimana rasanya jika setiap orang selalu berjalan ke belakang?

(i) Menggabung – Penemuan apa yang dapat Anda hasilkan jika lemari es, radio, dan jendela digabung?

5.2. Teknik Kreatif Tingkat II

(1) Sinektik

Teknik Sinektik (synectics) dikembangkan oleh William J.J. Gordon dan merupakan teknik berpikir kreatif yang menggunakan analogi dan metafor (kiasan) untuk membantu pemikir menganalisis masalah dan mengembangkan berbagai sudut tinjau. Teknik ini tidak membutuhkan peralatan, kecuali kertas atau papan tulis untuk mencatat ide-ide. Langkah pertama ialah merumuskan masalah yang ditulis di papan tulis agar semua dapat melihatnya. Kegiatan Selanjutnya berlangsung dengan seluruh kelas dipimpin oleh guru atau dalam kelompok kecil dipimpin oleh siswa.

Teknik ini merupakan cara yang menyenangkan untuk melibatkan siswa dalam diskusi yang imajinatif dan menghasilkan strategi pemecahan masalah yang tidak lazim tetapi dapat dilaksanakan. Setiap topik dari bidang studi dapat dibahas dalam kelompok diskusi kecil atau besar. Melalui sinektik siswa dapat belajar strategi yang bermakna untuk memecahkan masalah.

Ada 3 (tiga) jenis analogi yang digunakan dalam sinektik, yaitu: analogi fantasi, analogi langsung, dan analogi pribadi.

Dalam Analogi fantasi siswa mencari pemecahan yang ideal untuk suatu masalah, termasuk solusi yang aneh atau tidak lazim. Semua gagasan diterima, tidak ada yang dikritik, dan siswa dapat melanjutkan gagasan siswa lain. Setelah menghasilkan sejumlah gagasan fantasi, guru mengajak siswa melakukan evaluasi praktis dan menganalisa gagasan untuk menemukan yang mana dapat diterapkan secara praktis. Dalam Analogi langsung siswa diminta untuk menemukan situasi masalah sejajar dalam situasi kehidupan nyata. Kalau Analogi Fantasi dapat seluruhnya bersifat fiktif, sedangkan dalam Analogi Langsung masalahnya dikaitkan dengan kehidupan nyata. Juga di sini semua gagasan siswa diterima untuk kemudian ditinjau kemungkinan penerapannya secara praktis. Dalam Analogi pribadii siswa menempatkan dirinya dalam peran masalah itu sendiri.

Jadi prosedur teknik sinektik adalah sbb.:[18]

1. Analisa dan definisi permasalahan

2. Gagasan solusi spontan

3. Mereformulasi permasalahan

4. Penciptaan analogi langsung

5. Analogi pribadi (identifikasi)

6. Analogi simbolis (kontradiksi)

7. Analogi langsung

8. Analisa analogi langsung

9. Penerapan pada permasalahan

10. Pengembangan solusi-solusi yang mungkin

(2) Futuristik

Dalam teknik ini para siswa diajak melihat ke masa depan. Tujuannya adalah sebagai berikut:[19]

1. Memberikan siswa cara-cara berpikir tentang masa depan yang lebih baik, lebih canggih, dan lebih positif.

2. Membekali siswa dengan keterampilan dan konsep yang perlu untuk memahami system-sistem yang kompleks.

3. Membantu siswa menemukenali dan memahami masalah-masalah utama yang timbul di masa depan.

4. Membantu siswa memahami perubahan dan bagaimana menghadapinya.

Beberapa keterampilan yang dapat digunakan pada futuristik:[20]

(a) Menulis skenario. Misalnya pengantar skenario mengenai penggunaan waktu luang di masa depan adalah sebagai berikut:

Dengan tiga hari kerja dalam seminggu saya bingung menemukan kegiatan waktu luang yang menyenangkan dan dapat dimulai sendiri. Karena itu tugas saya ialah menemukan cara yang produktif dan bermanfaat untuk menggunakan waktu luang saya. Sekarang robot mengerjakan pekerjaan rumah tangga, computer dapat melakukan semua pekerjaan, jadi …

(b) Roda masa depan (future wheels), yaitu suatu teknik di mana suatu kecenderungan yang ada atau yang akan timbul di masa depan diidentifikasi dan menempatkan kecenderungan ini di pusat, dan kemudian menemukenali hubungan sebab-akibat dari kecenderungan itu. Misalnya tentang "rekayasa genetik" pada halaman 16.[21]

(c) Trending, yaitu melihat kecenderungan-kecenderungan di masa depan yang berguna melengkapi teknik Roda Masa Depan. Misalnya, bukuMegatrends, karangan John Naisbitt (1982).

lahir konsep baru

berkurang usia lanjut

kelebihan

penduduk



pasar bayi konsep baru

tentang hidup

hidup REKAYASA tantangan

lebih lama BIOGENETIK thd. agama









bangsapelatihan baru perubahan hukum baru

unggul untuk dokter moralitas

5.3. Teknik Kreatif Tingkat III

Pada tingkat ini siswa dilibatkan dalam tantangan dan masalah nyata. Ia menjadi seorang peneliti dan dalam penelitiannya ia dapat menggunakan teknik-teknik kreatif yang sudah dipelajari pada Tingkat I dan II.

6. Bentuk-bentuk Kreativitas Pelayanan

6.1. Ibadah Raya

Kreativitas dalam Ibadah Raya (Minggu) bisa berupa:

(a) Musik – mengiringi lagu-lagu rohani dengan aransemen baru, namun harus tetap mengikuti pola musik yang benar.

(b) Pujian – variasi antara lagu lama dan baru, giliran siapa yang menyanyi (WL dan singers – jemaat, jemaat pria – wanita, sebelah kanan – kiri, orang tua – anak-anak, dsb.).

(c) Tambourine dan Tarian – Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kreativitas Tambourine dan Tarian ini adalah:

· Memiliki dasar Alkitab yang jelas (Maz 149:3)

· Kerohanian para pelatih dan penarinya. Mereka harus tahu bahwa tujuan utama pelayanan ini adalah memuliakan Tuhan melalui ekpresi dan gerakan tubuh. Pelayanan ini memang bisa menjadi berkat dan menguatkan satu sama lain, tetapi tujuan utamanya adalah menyembah Tuhan Yesus Kristus. Itu berarti sebelum menari harus memeriksa kembali hubungan pribadi dengan Tuhan; jika tidak, penyembahan menjadi tidak nyata dan hanya menjadi tontonan belaka.

· Kesatuan di antara para penari juga harus terjalin dengan baik (Maz. 133).

· Penundukan diri kepada pimpinan rohani yang di atasnya juga harus selalu dijaga (Ibr. 13:7).

· Area untuk menari harus cukup luas agar para penari dapat terlihat jelas oleh seluruh jemaat.

· Adanya lighting juga akan sangat menolong pelayanan ini.

· Riasan (make up) dan Pakaian harus menarik dan sopan, dan hindari gerakan-gerakan erotis yang kurang sopan.

(d) Khotbah – metode khotbah, visualisasi kasus, penggunaan LCD Projector (statis dan animasi), ilustrasi, gerakan-gerakan profetik, interaktif dengan jemaat, altar call, dsb.

(e) Persembahan – kolektan berkeliling, maju ke depan, kotak di pintu masuk, dsb.

(f) Doa – semua bersuara, sahutan "Ya" dan "Amin", jenis-jenis doa, praywalk, dsb.

(g) Pengumuman – dibacakan disertai tayangan LCD Projector, dimuat di Warta Jemaat

(h) Dekorasi Ruangan – dekorasi pendukung tema, lighting, bunga mimbar, dsb.

6.2. Ibadah Kelompok Kecil

Dalam Kelompok Kecil, variasi ibadah yang kreatif bisa lebih leluasa dilakukan.

(a) Musik – menggunakan alat musik gitar akustik, ketipung, okulele, dsb.

(b) Pujian – WL bisa pria/wanita bergantian, atau suami-isteri bersama, disertai gerakan-gerekan profetis, dsb.

(c) Khotbah – bisa berbentuk diskusi, tanya-jawab secara interaktif, bahkan dalam bentuk game, simulasi, dsb.

(3) Doa – membentuk kelompok doa, mendoakan sebelah kanan-kirinya, doa bersama, dsb.

6.3. Pelayanan Anak

Dalam pelayanan Anak, penggunaan alat peraga merupakan suatu keharusan. Mary Go Setiawani menyatakan beberapa alas an mengapa para guru harus menggunakan sarana audiovisual:[22]

1. Mempertahankan konsentrasi

2. Mengajar dengan lebih cepat

3. Mengatasi masalah keterbatasan waktu

4. Mengatasi masalah keterbatasan tempat

5. Mengatasi masalah keterbatasan bahasa

6. Membangkitkan emosi manusia

7. Menyampaikan suatu konsep dengan bentuk yang baru

8. Menambah daya pengertian

9. Menambah ingatan murid

10. Menambah kesegaran dalam mengajar

Berikut ini adalah beberapa macam alat peraga audiovisual yang dapat dibuat atau digunakan untuk Pelayanan Anak.

6.3.1. Gambar Alkitab (Bible Picture)

Kegunaannya adalah sebagai berikut:

1. Untuk menjelaskan latar belakang kebudayaan yang terdapat pada tempat dan waktu yang berbeda.

2. Untuk memberikan pertanyaan kepada murid pada saat mengulang isi Alkitab.

3. Untuk mengajukan pertanyaan yang bersifat tantangan, dan memimpin murid untuk berpikir seolah-olah mereka berada dalam situasi tersebut.

4. Untuk memberi kesempatan kepada murid dalam berpartisipasi melalui diskusi terhadap gambar.

5. Untuk memudahkan murid menghafal ayat Alkitab

6. Untuk menolong murid agar dapat belajar lebih mendalam.

Contoh-contoh gambar Alkitab dapat dilihat pada Lampiran 3.

6.3.2. Kliping Gambar-gambar (Daily Life Picture)

Mengumpulkan gambar-gambar dari koran/buku/majalah, kemudian digunting dan dilekatkan pada karton yang cukup tebal untuk dipakai sebagai bahan perumpamaan. Contohnya dapat dilihat pada Lampiran 4.

6.3.3. Gambar Flanel (Flannel Picture)

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan gambar flanel:[23]

1. Guru harus memahami teori tentang flanel, dan bagaimana melekatkan gambar-gambar tersebut pada papan flanel.

2. Sebelum mengajar menyusun gambar terlebih dahulu dengan urutan yang benar.

3. Menempelkan gambar pada posisi yang tepat.

4. Penempelan gambar dilakukan selama ceritera disampaikan.

5. Menggunakan gambar yang lengkap untuk mengajukan pertanyaan sehingga dapat membantu murid untuk belajar.

6. Pada waktu aktivitas, murid boleh dibiarkan menempelkan gambar, untuk mengulang ceritera Alkitab yang sudah pernah didengarnya.

Contoh Gambar Flanel dapat dilihat pada Lampiran 5.

6.3.4. Gambar Seri Cerita (Flash Card)

Ini merupakan rangkaian cerita bergambar yang bersifat membangun. Contohnya dapat dilihat pada Lampiran 6.

6.3.5. Gambar Sketsa (Freehand Drawing)

Guru dapat menggambar sketsa sederhana sambil bercerita. Namun jik atidak mahir sehingga menghabiskan banyak waktu, lebih baik alat ini tidak digunakan. Contohnya dapat dilihat pada Lampiran 7.

6.3.6. Gambar Gulungan, kotak televise, kotak slide (Scroll, TV Box, Slide Box)

Gambar-gambar yang sudah siap dirangkaikan dan digulung pada dua batang kayu. Sambil bersecita gulungan dibuka perlahan-lahan.

Bisa dibuat kotak yang berbentuk televise, lalu letakkan gulungan gambar tadi dalam kotak tersebut, kemudian bercerita sambil memutar gulungan itu. Atau bisa juga melekatkan setiap lembar gambar pada kertas karton, lalu dimasukkan ke dalam kotak slide, sambil bercerita menukar gambar.

Contoh ketiga bentuk gambar dapat dilihat pada Lampiran 8.

6.3.7. Benda-benda alami (Natural Materials)

Dalam hal ini bisa digunakan misalnya: bunga, biji, garam, pelita, dan sebagainya.

6.3.8. Kotak Pasir (Sand Box)

Guru dapat membuat gambar rangkap dari latar belakang dan tokoh-tokoh Alkitab (dapat dilihat baik dari depan maupun dari belakang). Kemudian melekatkan batang lidi di antara gambar bagian depan dan belakang. Pada saat menyampaikan cerita, gambar-gambar tadi ditancapkan pada kotak yang telah diisi pasir. Sambil bercerita, tokoh-tokoh tersebut dipindah-pindahkan atau diganti-ganti sesuai dengan jalan cerita.

6.3.9. Peta (Map)

Peta dapat menolong murid yang agak besar usianya untuk mengenal geografi (ilmu bumi) Alkitab, juga supaya mereka merasakan kesungguhan isi Alkitab. Setiap kali membicarakan hal-hal yang bersangkut-paut dengan situasi ilmu bumi, sebaiknya menggunakan peta agar murid dapat mengerti dengan lebih mendalam, lebih rinci akan seluruh latar belakang ilmu bumi.

Contoh Peta Alkitab dapat dilihat pada Lampiran 9.

6.3.10. Boneka (Puppet)

Boneka dapat digunakan misalnya:[24]

1. Pada saat mengajar menyanyi,

2. Pada saat murid menghafal ayat Alkitab

3. Dialog antara guru dan boneka dapat digunakan sebagai pengantar masuk ke dalam isi kebenaran/cerita.

4. Pementasan cerita perumpamaan oleh sekelompok orang (boneka).

Beberapa bentuk boneka dapat dilihat pada Lampiran 10.

6.3.11. Bentuk-bentuk miniatur (Models)

Guru dapat membuat bentuk-bentuk miniature dari bahan karton atau tanah liat untuk menjelaskan istilah atau konsep tertentu dalam Alkitab, misalnya: rumah Palestina, Bait Allah, Tabernakel, Peti Perjanjian, bejana, sumur, mezbah, bahtera, tempayan, kendi, dll.

6.3.12. Peralatan untuk mengajar (Teaching Tools)

Beberapa peralatan mengajar lain yang bisa digunakan antara lain: kantong tebal (pocket chart), lipatan (folded word strip chart), membuka lembaran halaman(flip chart).

Contoh alat-alat di atas dapat dilihat pada Lampiran 11.

6.3.13. Alat-alat audiovisual

Termasuk dalam alat-alat audiovisual adalah: tape recorder, DVD Player, Over Head Projector (OHP), Slide Projector, LCD Projector. Film projector, dan sebagainya.

Contoh gambar alat-alat audiovisual ini dapat dilihat pada Lampiran 12.

Di samping pelbagai alat peraga di atas, anak-anak bisa memahami pelajaran Alkitab melalui permainan (game), misalnya: menggunakan kartu (domino rohani, kuartet rohani, dsb.), papan karton (monopoli rohani, ular tangga, dsb).[25]

6.4. Pelayanan Remaja dan Pemuda

Remaja dan Pemuda yang dikenal sebagai generasi yang dinamis membutuhkan pelayanan yang kreatif. Beberapa bentuk kreatifitas pelayanan remaja dan pemuda antara lain sebagai berikut:

6.4.1. Puisi

Dalam Alkitab terdapat banyak puisi. Salah satu kelompok kitab-kitab dalam Alkitab adalah kelompok kitab-kitab Puisi dalam Perjanjian Lama, yaitu: Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, dan Kidung Agung. Di samping itu masih banyak puisi bertebaran dalam Alkitab.[26]

Dalam Alkitab juga ada puisi akrostik, yaitu puisi yang memiliki cirri khusus, di mana huruf pertamanya berasal dari abjad, misalnya Mazmur 119.

Dalam sejarah gereja pun, banyak puisi yang ditulis dan menjadi lirik lagu-lagu himne.

Berikut ini adalah sebuah contoh pusi Kristen yaitu "Footprints on the sand"yang terkenal itu dengan terjemahannya:

FOOTPRINTS

One night I dreamed a dream. I was walking along the beach with my Lord.

Across the dark sky flashed scenes from my life.

For each scene, I noticed two sets of footprints in the sand, One belong to me and one to my Lord.

When the last scene of my life shot before me, I looked back at the footprints in the sand.There was only one set of footprints. I realized that this was the lowest and the saddest times of my life. This always bothered me and I questioned the Lord about my dilemma.'Lord, You told me when I decided to follow, You would walk and talk with me all the way.But I'm aware that during the most troublesome times of my life, There is only one set of footprints. I just don't understand why, when I need You most, You leave me.' He whispered, 'My precious child, I love you and will never leave you never, ever, during your trials and testings. When you saw only one set of footprints, It was then that I carried you.'

Terjemahan:

JEJAK-JEJAK KAKI Suatu malam aku bermimpi Aku berjalan di tepi pantai dengan Tuhan Di bentangan langit gelap tampak kilasan-kilasan adegan hidupku Di tiap adegan, aku melihat dua pasang jejak kaki di pasir Satu pasang jejak kakiku, yang lain jejak kaki Tuhan. Ketika adegan terakhir terlintas di depanku Aku menengok kembali pada jejak kaki di pasir. Di situ hanya ada satu pasang jejak. Aku mengingat kembali bahwa itu adalah bagian yang tersulit Dan paling menyedihkan dalam hidupku. Hal ini menganggu perasaanku maka aku bertanya Kepada Tuhan tentang keherananku itu. "Tuhan, Engkau berkata ketika aku berketetapan mengikut Engkau, Engkau akan berjalan dan berbicara dengan aku sepanjang jalan, Namun ternyata pada masa yang paling sulit Dalam hidupku hanya ada satu pasang jejak. Aku tidak mengerti mengapa justru pada saat aku sangat membutuhkan Engkau, Engkau meninggalkan aku?" Tuhan berbisik, "Anakku yang Kukasihi Aku mencintai kamu dan takkan meninggalkan kamu Pada saat sulit dan penuh bahaya sekalipun. Ketika kamu melihat hanya ada satu pasang jejak , ltu adalah ketika Aku menggendong kamu."

6.4.2. Majalah Dinding

Majalah dinding (mading) dapat menjadi sarana penyaluran ide para pemuda dan remaja, khususnya yang punya bakat tulis-menulis, jurnalistik dan publisistik. Majalah dinding bisa memuat berita terkini, foto-foto kegiatan pelayanan, artikel, tips, dan sebagainya. Yang perlu diperhatikan adalah kontinyuitasnya.

6.4.3. Parodi

Parodi adalah "karya seni (sastra) yang dengan sengaja menirukan gaya atau pencipta lain dengan maksud mencari efek kejenakaan."[27] Misalnya mengambil kisah Nehemiah kemudian diparodikan. Yang perlu diperhatikan di sini adalah jangan sampai kejenakaan atau humor yang ditimbulkan mengaburkan pesan yang hendak disampaikan. { bersambung ]


[1] Henri J. M. Nouwen (1932–1996) adalah seorang imam Katolik yang mengajar di beberapa lembaga dan universitas teologia di negaranya, Belanda, dan di Amerika Serikat. Ia menghabiskan akhir hidupnya untuk melayani penyandang cacat fisik dan mental di L'Arche Daybreak Community di Toronto, Canada. Tulisan-tulisannya telah menjamah jutaan pembaca di seluruh dunia, dan sejak kematiannya, karya-karyanya tetap bergema dan menjadi berkat bagi banyak orang.

[2] Untuk lebih detail tentang pelbagai metode yang digunakan oleh Yesus Kristus dalam pengajaran-Nya, lihat J.M. Price, Yesus Guru Agung, terj. Jachin Karuniadi (Bandung: Lembaga Literatur Baptis, t.th.)

[3] Henri J. M. Nouwen, Creative Ministry (New York, Doubleday & Company Inc., 1978).

[4] Lihat Lampiran 1 dan Lampiran 2 diktat ini

[5] Dikutip dalam Utami Munandar, Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat, (Jakarta: Rineka Cipta, 1999), hal. 21.

[6] J.S. Dacey, Fundamentals of Creative Thinking. I(New York: Lexington Books, 1989), hlm. 157.

[7] T.M. Amabile, Growing Up Creative (New York: Crown Publishers, 1989), hlm. 103.

[8] Utami Munandar, op.cit, hal. 109-115.

[9] Utami Munandar, op. cit., hal. 134.

[10] Ibid. hal. 219.

[11] Ibid.

[12] Ibid., hal. 223-225.

[13] Ibid., hal. 230-232.

[14] Van Denmark dalam Utami Munandar, ibid., hal. 231.

[15] Ibid., hal. 233.

[16] Ibid., hal. 196-198.

[17] Ibid., hal. 199-200.

[18] Internet, http://en.wikipedia.org/wiki/Synectics

[19] Umi Munandar, op. cit., hlm. 203.

[20] Ibid., hlm. 204.

[21] D. Sisk. Creative Teaching of the Gifted (New York: MacGraw-Hill, 1987).

[22] Mary Go Setiawani, Pembaruan Mengajar (Bandung: Yayasan Kalam Hidup, cet. 3, 1996.), hlm. 80-82.

[23] Ibid., hlm. 84.

[24] Ibid., hlm. 87.

[25] Variasi pembuatan dan penggunaan alat peraga di Sekolah Minggu dapat dipelajari dalam Paulus Lie, Mengajar Sekolah Minggu yang Kreatif (Yogyakarta: Yayasan ANDI, 1997).

[26] Beberapa puisi Kristen banyak tersebar di Internet, misalnya di http://gkr-gedong.org/

[27] Ahmad A.K. Muda, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, "parodi". 404

 

cintaku pd Tuhan

A. PERSEMBAHAN KASIH MARIA

YOHANES  12 : 3  Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

 

MINYAK NARWASTU = MAHAL HARGANYA !  Ini ungkapan Maria yang berarti :

-          Memberikan yang TERBAIK buat Tuhan.

-          Ungkapan KASIH Maria kepada TUHAN.

 

MENGAPA MARIA MEMPERSEMBAHKANNYA ?

-          Karena Maria selalu mendengar apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus.  Tentang keselamatan, KasihNya dan bagaimana Dia harus mati di atas kayu salib.

-          Maria mengerti betul bahwa YESUS akan mati untuk menebus dosa-dosanya.

 

BAGAIMANA DENGAN KITA ? Adakah kita memberikan yang terbaik sebagai wujud cinta mati kita ? dan DIA SUDAH menebus dosa-dosa kita ?  

 

PERSEMBAHKAN YANG TERBAIK BUAT TUHAN !

 

B. MENGERTI KASIHNYA TUHAN

MARKUS  14 : 8   Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.

 

Ada lagu :

Mengasihi mengasihi lebih sungguh ..

Mengasihi mengasihi lebih sungguh …

TUHAN MENGASIHI LEBIH DULU kepadaku

Mengasihi mengasihi lebih sungguh …

 

Maria mengasihi Tuhan karena ia tahu bagaimana Tuhan akan menebusnya. Tetapi Maria tahu bahwa Tuhan-lah yang LEBIH DULU MENGASIHI dirinya.   Sebab itulah Maria memberikan persembahannya dan meminyaki Tuhan Yesus. 

Tetapi murid yang lainnya (Yudas) wujud mengasihi Tuhan dianggap "pemborosan" !!   Artinya mereka belum mampu sepenuhnya untuk mengasihi Tuhan.

 

ADAKAH KITA saat mewujudkan kasih kepada Tuhan menganggap sebagai pemborosan ?   Kita jawab : TIDAK !!  … Kami selalu mengasihi Tuhan sepenuhnya … !!  (Kita ucapkan bersama-sama dengan kasih )

 

C. INTI DARI INJIL !!

 

MARKUS  14 : 9  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."

 

-          Inti dari tujuan Injil ini dilakukan oleh Maria.

-          Maria mempersiapkan harinya TUHAN

-          Ketika Yesus mati disalibkan … Akhirnya murid-muridNya mengerti apa yang telah dilakukan oleh Maria adalah wujud "cinta matinya kepada Tuhan".

-          Murid-murid yang lain berikutnya mewujudkan cinta matinya pada Tuhan. Memberitakan Injil ke seluruh dunia dan rela mengorbankan nyawanya demi pemberitaan Injil Kristus.

 

KESIMPULANNYA :   Kita adalah jemaat Tuhan yang diminta untuk memiliki pujian dan penyembahan sebagai wujud cinta mati kita pada Tuhan…    Ingat Tuhan lebih dahulu setia dan mati untuk kita !

 

======================================================================================================

 

APAKAH FA (FAMILY ALTAR) ITU ?

 

Suasana KELUARGA haruslah terasa dalam FA, karena "kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah," (Efesus 2:19).

Dan melalui FA, biarlah keselamatan terjadi atas seisi rumah kita. "Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."" (Kisah Para Rasul 16:31) 

Kunjungi: http://blessing4-myfamily.blogspot.com/

Mengapa orang ngeblog?

Sepuluh tahun yang lalu,  blog hanyalah sekumpulan tulisan kecil dan personal dan orang-orang hanya menulis tentang minat, hobi serta hidup mereka. Tidak ada pikiran menjadi jutawan melalui blog atau bahkan berubah jadi terkenal.

Itu dulu,  bagaimana dengan sekarang, demi apa orang-orang ngeblog ? Sebagian besar alasannya karena :
1. Passion
2. Berbagi dengan orang lain
3. Bisnis
4. Ekspresi Diri
5. Mengedepankan ide-ide baru

Alasan-alasan lainnya ada yang karena ingin membuat dokumentasi, atau sekedar menghabiskan waktu. Bisa juga karena ingin meningkatkan kemampuan menulisnya, atau juga karena ingin bersosialisasi

Kunjungi:

http://blessing4-myfamily.blogspot.com/

 

etos kerja

1. Pengertian Etos kerja

Etos berasal dari bahasa Yunani (etos) yang memberikan arti sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu. Sikap ini tidak saja dimiliki oleh individu, tetapi juga oleh kelompok bahkan masyarakat .

Dalam kamus besar bahasa Indonesia etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau sesesuatu kelompok.

Secara terminologis kata etos, yang mengalami perubahan makna yang meluas. Digunakan dalam tiga pengertian yang berbeda yaitu:

a. suatu aturan umum atau cara hidup

b. suatu tatanan aturan perilaku.

c. Penyelidikan tentang jalan hidup dan seperangkat aturan tingkah laku .

Dalam pengertian lain, etos dapat diartikan sebagai  berkehendak atau berkemauan yang disertai semangat yang tinggi dalam rangka mencapai cita-cita yang positif.

Etos dalam terminologi Prof. Dr. Ahmad Amin adalah membiasakan kehendak (karakter/akhlak). Etos adalah sikap yang tetap dan mendasar yang melahirkan perbuatan-perbuatan baik dengan mudah (karena sudah jadi karakter) dalam pola hubungan antara manusia dengan dirinya dan diluar dirinya.

Dari keterangan diatas saya menyimpulkan bahwa kata etos berarti watak atau karakter seorang individu atau kelompok manusia yang berupa kehendak atau kemauan yang disertai dengan semangat yang tinggi guna mewujudkan sesuatu keinginan atau cita-cita.

 

Etos kerja adalah refleksi dari sikap hidup yang mendasar maka, etos kerja pada dasarnya juga merupakan cerminan dari pandangan hidup yang berorientasi pada nilai-nilai yang berdimensi transenden/tidak terlihat.

Menurut Toto Tasmara etos kerja adalah totalitas kepribadian dirinya serta caranya mengekspresikan, memandang, meyakini dan memberikan makna pada sesuatu, yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih sesuatu yang optimal (high Performance) .

Dengan demikian adanya etos kerja pada diri seseorang pengusaha atau pekerja akan lahir semangat untuk menjalankan sebuah usaha atau pekerjaan dengan sungguh-sungguh, adanya keyakinan bahwa dengan berusaha secara maksimal hasil yang akan didapat tentunya maksimal pula. Dengan etos kerja tersebut jaminan keberlangsungan usaha/ pekerjaan akan menjadi lebih baik.

 

2. Fungsi dan Tujuan Etos Kerja (Amsal 6:6-11)

6  Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: 7  biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,  8  ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. 9  Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?  10  "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" 11  maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

 

Secara umum, etos kerja berfungsi sebagai alat penggerak tetap perbuatan dan kegiatan individ yang bertujuan untuk:

a. Pendorang timbulnya perbuatan

b. Penggairah dalam aktivitas

c. Penggerak, seperti mesin bagi mobil karena besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat lambatnya suatu perbuatan

Kerja merupakan perbuatan melakukan pekerjaan dan menurut kamus Purwadaminta, Kerja berarti melakukan sesuatu, sesuatu yang dilakukan . Kerja memiliki arti luas dan sempit dalam arti luas kerja mencakup semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi maupun non materi baik bersifat intelektual maupun fisik, mengenai keduniaan maupun akhirat. Sedangkan dalam arti sempit, kerja berkonotasi ekonomi yang bertujuan mendapatkan materi.

 

Jadi pengertian etos adalah karakter seseorang atau kelompok manusia berupa kehendak atau kemauan dalam bekerja yang disertai semangat yang tinggi untuk mewujudkan cita-cita (Tujuan).

 

Nilai kerja  yang alkitabiah dapat diketahui dari tujuan hidup manusia untuk mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan  akhirat. Kebahagian hidup di akhirat adalah kebahagiaan sejati, bersifat kekal dan lebih dari kehidupan dunia. Manusia harus mempunyai bekal di dunia dan di manapun manusia menginginkan kebahagiaan. Manusia berbeda-beda dalam mengukur kebahagiaan, ada yang mengukur kebahagiaan dengan  banyaknya harta, kedudukan, jabatan, wanita, pengetahuan dan lain-lain. Pada kenyataannya keadaan-keadaan lahiriah tersebut tidak pernah memuaskan jiwa manusia, bahkan justru dapat menyengsarakannya. Jadi tujuan etos kerja  di dunia dilakukan dengan tidak melupakan kehidupan akhirat.

 

3. Etos kerja Kristiani

James Collin menulis bahwa: "kunci success adalah dengan tujuan yang jelas dan mulia sebagai dasar sebuah perusahaan dan karyawan untuk bekerja."  Benda bekerja sebagaimana fungsinya atau tujuannya diciptakan. Manusia diciptakan Tuhan untuk apa? Manusia diciptakan untuk memuliakan Tuhan (Yesaya 42:6-7; 43:7. Pada abad ke 19 teolog Karl Bart mengatakan bahwa orang Kristen tidak perlu bertanya apa yang menjadi tujuan hidupnya karena tujuan orang Kristen sama dengan tujuan Kristus yaitu memuliakan Bapa di Surga. Tugas kita hanya merespon dengan taat. 

 

 Kolose 3:22-24

22  Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.23  Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 24  Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

 

1Petrus  2:18-21

 18 Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis.  19  Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.20  Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.21  Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

 

Dalam terjemahan Bahasa Indonesia sehari-hari, (1Petrus 2:18)  Saudara-saudara yang menjadi pelayan, tunduklah kepada majikanmu dengan sehormat-hormatnya; bukan hanya kepada mereka yang baik hati dan peramah, tetapi juga kepada mereka yang kejam.

 

Dalam kehidupan pada saat sekarang, setiap manusia dituntut untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan bekerja seseorang akan menghasilkan uang, dengan uang tersebut seseorang dapat membelanjakan segala kebutuhan sehari-hari hingga akhirnya ia dapat bertahan hidup. Akan tetapi dengan bekerja saja tidak cukup, perlu adanya peningkatan, motivasi dengan tekat yang kuat.

 

Setiap pekerja, harus dapat menumbuhkan etos kerja, karena pekerjaan yang ditekuni bernilai ibadah. Hasil yang diperoleh dari pekerjaannya juga dapat digunakan untuk kepentingan ibadah, termasuk didalamnya menghidupi ekonomi keluarga. Oleh karena itu seleksi memililih pekerjaan menumbuhkan etos kerja yang menjadi suatu keharusan bagi semua pekerjaan. Adapun etos kerja yangi tersebut adalah: dilakukan karena perintah Allah, kerja keras dan memiliki cita-cita yang tinggi

 

Dengan demikian etos kerja adalah akhlak dalam bekerja sesuai dengan nilai-nilai alkitabiah sehingga dalam melaksanakannya tidak perlu lagi pikir-pikir karena ia sudah mengertii, meyakini dan mau melakukan etos kerja sesuai dengan firman Tuhan.

 

Seseorang yang memiliki semangat kerja, atau etos yang tinggi, dapat dilihat dari sikap dan tingkah lakunya, diantaranya:

 

1.       Ia adalah seorang yang memiliki Orientasi ke masa depan

Semua kegiatan harus di rencanakan dan di perhitungkan untuk menciptakan masa depan yang maju, lebih sejahtera, dan lebih bahagia daripada keadaan sekarang. Untuk itu hendaklah kita selalu membuat perhitungan untuk mempersiapkan hari esok.

2.        Ia seorang pekerja keras, teliti dan dapat menggunakan waktu semaksimal mungkin

Kerja santai, tanpa rencana, malas, pemborosan tenaga, dan waktu adalah bertentangan dengan nilai alkitabiah. Alkitab mengajarkan agar setiap detik dari waktu harus diisi  untuk meningkatkan keimanan, mendapatkan berkat  dan memberkati.

3.        Ia seorang yang bertanggung jawab.

Semua masalah diperbuat dan dipikirkan, harus dihadapi dengan tanggung jawab, baik kebahagiaan maupun kegagalan, tidak berwatak penjilat/mencari perlindungan ke atasan, dan melemparkan kesalahan kebawahan.

Setiap orang akan diminta pertanggungjawaban oleh Tuhan kita  (Matius 25:23)  Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

 

8 etos kerja

8 ETOS KERJA PROFESIONAL

JANSEN SINAMO atau lebih dikenal sebagai Mr. Ethos dan Guru Etos Indonesia telah mengembangkan konsep 8 ETOS KERJA PROFESIONAL dalam 10 tahun terakhir. Berbasiskan konsep ini ia telah menjadi pembicara publik dan trainer pada lebih dari 1000 seminar publik mau pun in-house training, yang diselenggarakan berbagai lembaga, perusahaan domestik mau pun multinasional di Tanah Air.

Bagaimana Seminar dan Training Etos Bekerja

Seminar dan pelatihan dalam rangka pengembangan SDM pada dasarnya dilakukan melalui tiga orientasi, yaitu

  1. Training of the Head: bertujuan untuk membangun wilayah kognitif seperti paradigma, pola pikir, knowledge, understanding, concept, mindset, worldview, theory, principle.
  2. Training of the Handbertujuan untuk membangun wilayah psikomotorik seperti skill, competence, habit.
  3. Training of the Heart: bertujuan untuk membangun wilayah afektif seperti sikap, perasaan,emotion, motivation, enthusiasm, spirit, attitude, desire.

Seminar dan pelatihan8 Etos Kerja Profesional dilaksanakan secara berimbang antara ketiga orientasi tersebut. Konsep dan pendekatan ini dikembangkan Jansen Sinamo, Sang Guru Etos Indonesia, yang di ujungnya berkehendak untuk memperkuat karakter, kompetensi, dan kinerja semua pekerja.

Delapan Etos Kerja Profesional dirumuskan sbb:

  1. Kerja adalah Rahmat; Aku Bekerja Tulus Penuh Rasa Syukur
  2. Kerja adalah Amanah; Aku Bekerja Benar Penuh Tanggungjawab
  3. Kerja adalah Panggilan; Aku Bekerja Tuntas Penuh Integritas
  4. Kerja adalah Aktualisasi; Aku Bekerja Keras Penuh Semangat
  5. Kerja adalah Ibadah; Aku Bekerja Serius Penuh Kecintaan
  6. Kerja adalah Seni; Aku Bekerja Cerdas Penuh Kreativitas
  7. Kerja adalah Kehormatan; Aku Bekerja Tekun Penuh Keunggulan
  8. Kerja adalah Pelayanan; Aku Bekerja Paripurna Penuh Kerendahanhati

aspek perkembangan anak

Aspek-Aspek Perkembangan Anak Usia Dini

Pada masa usia dini anak mengalami masa keemasan (the golden years) yang merupakan masa dimana anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai rangsangan. Masa peka pada masing-masing anak berbeda, seiring dengan laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual.

Masa peka adalah masa terjadinya kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini juga merupakan masa peletak dasar untuk mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, bahasa, sosio emosional, agama dan moral.


Read more:
Aspek-Aspek Perkembangan Anak Usia Dini | belajarpsikologi.com

 

http://belajarpsikologi.com/aspek-aspek-perkembangan-anak-usia-dini/

 

Beberapa Aspek-Aspek Perkembangan Anak Usia Dini :

 1.      Aspek Perkembangan Kognitif

Tahapan Perkembangan Kognitif sesuai dengan teori Piaget adalah: (1) Tahap sensorimotor, usia 0 – 2 tahun. Pada masa ini kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks, bahas awal, waktu sekarang dan ruang yang dekat saja; (2) Tahap pra-operasional, usia 2 – 7 tahun. Masa ini kemampuan menerima rangsangan yang terbatas. Anak mulai berkembang kemampuan bahasanya, walaupun pemikirannya masih statis dan belum dapat berpikir abstrak, persepsi waktu dan tempat masih terbatas; (3) Tahap konkret operasional, 7 – 11 tahun.

Pada tahap ini anak sudah mampu menyelesaikan tugas-tugas menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat dan membagi; (4) Tahap formal operasional, usia 11 – 15 tahun. Pada masa ini, anak sudah mampu berfikir tingkat tinggi, mampu berfikir abstrak.

 2.      Aspek Perkembangan Fisik

Perkembangan motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan otot terkoordinasi (Hurlock: 1998). Keterampilan motorik anak terdiri atas keterampilan motorik kasar dan keterampilan motorik halus. Keterampilan motorik anak usia 4-5 tahun lebih banyak berkembang pada motorik kasar, setelah usia 5 tahun baru.terjadi perkembangan motorik halus.

Pada usia 4 tahun anak-anak masih suka jenis gerakan sederhana seperti berjingkrak-jingkrak, melompat, dan berlari kesana kemari, hanya demi kegiatan itu sendiri tapi mereka sudah berani mengambil resiko. Walaupun mereka sudah dapat memanjat tangga dengan satu kaki pada setiap tiang anak tangga untuk beberapa lama, mereka baru saja mulai dapat turun dengan cara yang sama.

Pada usia 5 tahun, anak-anak bahkan lebih berani mengambil resiko dibandingkan ketika mereka berusia 4 tahun. Mereka lebih percaya diri melakukan ketangkasan yang mengerikan seperti memanjat suatu obyek, berlari kencang dan suka berlomba dengan teman sebayanya bahkan orangtuanya (Santrock,1995: 225)

 3.      Aspek Perkembangan Bahasa

Hart & Risley (Morrow, 1993) mengatakan umur 2 tahun, anak-anak memproduksi rata-rata dari 338 ucapan yang dapat dimengerti dalam setiap jam, cakupan lebih luas adalah antara rentangan 42 sampai 672. 2 tahun lebih tua anak-anak dapat mengunakan kira-kira 134 kata-kata pada jam yang berbeda, dengan rentangan 18 untuk 286.

Membaca dan menulis merupakan bagian dari belajar bahasa. Untuk bisa membaca dan menulis, anak perlu mengenal beberapa kata dan beranjak memahami kalimat. Dengan membaca anak juga semakin banyak menambah kosakata. Anak dapat belajar bahasa melalaui membaca buku cerita dengan nyaring. Hal ini dilakukan untuk mengajarkan anak tentang bunyi bahasa.

 4.      Aspek Perkembangan Sosio-Emosional

Masa TK merupakan masa kanak-kanak awal. Pola perilaku sosial yang terlihat pada masa kanak-kanak awal, seperti yang diungkap oleh Hurlock (1998:252) yaitu: kerjasama, persaingan, kemurahan hati, hasrat akan penerimaan sosial, simpati, empat, ketergantungan, sikap ramah, sikap tidak mementingkan diri sendiri, meniru, perilaku kelekatan.

Erik Erikson (1950) dalam Papalia dan Old, 2008:370 seorang ahli psikoanalisis mengidentifikasi perkembangan sosial anak: (1) Tahap 1: Basic Trust vs Mistrust (percaya vs curiga), usia 0-2 tahun.Dalam tahap ini bila dalam merespon rangsangan, anak mendapat pengalaman yang menyenamgkan akan tumbuh rasa percaya diri, sebaliknya pengalaman yang kurang menyenangkan akan menimbulkan rasa curiga; (2) Tahap 2 : Autonomy vs Shame & Doubt (mandiri vs ragu), usia 2-3 tahun. Anak sudah mampu menguasai kegiatan meregang atau melemaskan seluruh otot-otot tubuhnya.

Anak pada masa ini bila sudah merasa mampu menguasai anggota tubuhnya dapat meimbulkan rasa otonomi, sebaliknya bila lingkungan tidak memberi kepercayaan atau terlalu banyak bertindak untuk anak akan menimbulkan rasa malu dan ragu-ragu; (3) Tahap 3 : Initiative vs Guilt (berinisiatif vs bersalah), usia 4-5 tahun.

Pada masa ini anak dapat menunjukkan sikap mulai lepas dari ikatan orang tua, anak dapat bergerak bebas dan ber interaksi dengan lingkungannya. Kondisi lepas dari orang tua menimbulkan rasa untuk berinisiatif, sebaliknya dapat menimbulkan rasa bersalah; (4) Tahap 4 : industry vs inferiority (percaya diri vs rasa rendah diri), usia 6 tahun – pubertas.

Anak telah dapat melaksanakan tugas-tugas perkembangan untuk menyiapkan diri memasuki masa dewasa. Perlu memiliki suatu keterampilan tertentu. Bila anak mampu menguasai suatu keterampilan tertentu dapat menimbulkan rasa berhasil, sebaliknya bila tidak menguasai, menimbulkan rasa rendah diri.

Oleh : Nur Hayati

Kata kunci artikel :

Aspek-Aspek Perkembangan Anak Usia Dini

Rujukan :

Arya, P.K. 2008. Rahasia Mengasah Talenta Anak. Jogjakarta: Think

Hurlock, Elizabeth B. 1998. Psikologi Perkembangan, terj. Istiwidiyanti dan Soedjarwo. Jakarta: Erlangga

Anonym. 2007. Prinsip dan Praktek Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Direktorat PAUD

Papalia, Diane E, Etc. 2008. Human Development (Psikologi Perkembangan, terjemahan A. K. Anwar). Jakarta: Kencana Prenada Media Grup

Santrock W John. 1995. Life Span Development, Jakarta: PT Erlangga, 1995.


Read more: Aspek-Aspek Perkembangan Anak Usia Dini | belajarpsikologi.com

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan adalah merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, oleh karena itu setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi. Dalam bidang pendidikan seorang anak dari lahir memerlukan pelayanan yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan disertai dengan Pemahaman mengenai karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembangannya akan sangat membantu dalam menyesuaikan proses belajar bagi anak dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing, baik secara intelektual, emosional dan sosial.

Sebelum bicara lebih jauh, apa sih pendidikan anak usia dini? Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagianak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Mengapa pendidikan anak usia dini itu sangat penting?

Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,8 0% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.


Read more: Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini | belajarpsikologi.com

 

 

mutiara

48 Butiran Mutiara di antara Batu-Batu Terjal Kehidupan

Mendapatkan inspirasi & motivasi di tengah perjalanan hidup yg mengagumkan

 

1.

Kita dapat memilih saat ini juga untuk:

TERSENYUM daripada cemberut,

MENGASIHI daripada membenci,

MEMBERKATI daripada mengutuk,

MEMAAFKAN daripada mendendam,

BERSYUKUR daripada mengeluh,

BERBESAR HATI daripada iri hati,

BERJIWA BESAR daripada minder,

RENDAH HATI daripada angkuh,

BERSABAR daripada marah.

 

2.

Sedikit-banyak kemarahan itu dipengaruhi oleh tingkat kesombongan kita, tingkat ekonomi kita, & tingkat kekuasaan kita.

Kita dapat menjadi sering marah atau merasa berhak marah-marah, di saat kita sombong, merasa lebih, merasa lebih benar, lebih pandai, lebih bisa, ekonomi mapan, kekuasaan tinggi, merasa kuat, jaya, aman & bisa. Lalu kita mulai merendahkan, meremehkan, menekan, memanipulasi, mengintimidasi, & mendominasi orang lain. Hati-hati… ini bisa dialami oleh semua orang kapan saja.

 

3.

Jika kita menyadari siapa diri kita di hadapan Tuhan,

& menyadari bahwa diri kita juga punya salah, lemah, dosa, kekurangan, pengetahuan & pengalaman yg terbatas, selain potensi yg luar biasa,

Serta mengetahui bahwa orang lain sebenarnya sama derajat, harkat, & martabatnya dg kita,

Maka kita akan menjadi lebih mudah untuk rendah hati & menghargai setiap orang.

 

4.

When you think that your life is so short,

& when you always keep trying to fill up your days with cheers & laughters,

Someday you will amazed, how many great moments

You have been through in your life.

 

Ketika Anda berpikir bahwa hidup ini singkat

& Anda selalu berusaha memenuhi hari2 Anda dg keceriaan & sukacita,

Suatu saat Anda akan takjub,

Betapa banyak peristiwa2 penting, momen2 besar & indah, bersama teman & sahabat2

Yg telah anda lalui sepanjang hidup Anda.. sungguh indah.

 

 

 

5.

Sorrow happens when you're looking back.

Worry happens when you're looking around.

Faith comes when you're looking UP.

 

Anda akan menyesal & pedih jika selalu melihat ke belakang.

Anda akan merasa kuatir, cemas, gelisah ketika melihat apa yg terjadi di sekeliling.

Tetapi anda akan mempunyai iman saat Anda melihat ke atas (berdoa kepada Tuhan).

 

6.

Semua yg kita punya adalah pemberian & kemurahan Tuhan,

karunia & rahmatNya yg penuh cinta (termasuk kecakapan, kemampuan, kepandaian, kekayaan, kesehatan, semua yg kita miliki, waktu & hidup kita).

Semuanya itu bisa saja berubah, hilang dalam sekejap mata & semudah membalik telapak tangan bagi Tuhan.

Semuanya itu bukan karena kuat & gagah kita.

Sadarilah, maka kita akan menjadi lebih RH & MH (Rendah Hati & Murah Hati) menghadapi segala sesuatu & melihat orang-orang yg kondisinya tak sebaik kita.

 

7.

Syukuri apa yg ada.

Hidup adalah anugerah.

Nikmati yg telah kita punya.

& selalu Bersukacitalah !

 

8.

Kemajuan, perkembangan & progress kehidupan,

Kesuksesan & kegemilangan,

Akan baik untuk kita tempuh, alami, & miliki

Saat kita memiliki kekayaan mental, karakter, & jiwa yg cukup kuat untuk mempertahankan, mengembangkan, & mensyukurinya.

 

9.

Bermimpilah seolah-olah anda hidup selamanya.

Hiduplah seakan-akan inilah hari terakhir anda.

Doing your best at all time !

Have a great-big dream !

Just do it now… !

 

10.

Jangan pernah membuat keputusan penting di saat anda merasa takut, tertekan, depresi, stress, tegang, letih, atau terlalu gembira.

 

11.

Ingatlah bahwa hampir dalam segala hal,

Semakin anda fokus & mendisiplin diri,

Semakin sukseslah diri anda & ahli dalam bidang itu.

 

12.

Saat anda bangga terhadap anak-anak anda,

Biarkanlah mereka mengetahuinya.

 

Saat anda sayang terhadap istri/suami anda,

Biarkanlah teman2 & anak2 mengetahuinya.

 

13.

Melalui kesabaran, seseorang dapat meraih LEBIH daripada melalui kekuatan yg dimilikinya. Edmund Burke.

 

14.

Melakukan hal yg berguna,

Mengatakan suatu kebenaran,

Merenungkan kehidupan & penciptaan,

Mengerjakan kebaikan,

Menikmati kesegaran alam,

Mengamati pertumbuhan janin, bayi, & anak-anak,

Bersyukur & bersukacita,

Adalah hal-hal yg perlu dilakukan sepanjang hidup kita.

 

15.

Cobalah untuk membuat sebuah keputusan penting di tempat yg tenang.

Buatlah keputusan besar dg hati yg tenang, pemikiran yg dalam, pertimbangan yg mantap, jiwa yg lapang. Mintalah hikmat & tuntunan Tuhan (Yang Maha Tahu & Yang Maha Kuasa). Mari kita Berdoa.

 

16.

Akan selalu ada perlawanan & tantangan terhadap setiap ide baru yg muncul.

Tetap kerjakanlah kreativitasmu & ide-ide originalmu !

Cobalah sesuatu yg baru & kerjakanlah itu sekali lagi.

 

17.

Jangan mengharapkan jalan pintas untuk bisa mencapai sukses yg tahan lama, berkesinambungan, & sukses yg memberkati orang lain.

 

18.

Sukses bukanlah final.

Kegagalan bukanlah sesuatu yg fatal.

Kehidupan adalah perjalanan & perjuangan.

Selalu ada hal2 baru untuk kita kerjakan lebih baik lagi setiap hari.

Keberanian untuk meneruskan kehidupan (dg segala tantangan & kesulitannya)

akan menguatkan otot2 mental kita.

Itulah harga yg patut diperjuangkan, diupayakan, diusahakan, ditempuh dg segala ketekunan & kesetiaan.

 

19.

Sesuatu mungkin mendatangi mereka yg mau menunggu,

Namun hanya pasti didapatkan oleh mereka yg bersemangat mengejarnya, mengerjakannya, memperjuangkannya.

Kesempatan & keberuntungan lebih banyak menghampiri orang2 yg telah siap.

 

20.

Kita akan hidup & bertumbuh hanya dg perubahan.

Perubahan itu baik.

Perubahan itu penting.

Perubahan membuat kita hidup & bertumbuh.

 

21.

VISI tanpa Tindakan = Mimpi.

Tindakan tanpa VISI = buang waktu, usaha sia-sia tanpa arah & tujuan mulia.

Visi + Tindakan = will change the wolrd.

Joel Arthur Barker

 

Darimana kita bisa mendapatkan visi yg "great", besar & mulia?

Perenungan, hati yg mulia, dapatkan inspirasi & hikmat dari  Tuhan.

Great Vision maybe is something yg jarang kita kejar/impikan & inginkan segenap hati.

 

22.

Berjuanglah untuk mendapatkan apa yg anda percayai dg sepenuh hati.

 

23.

Jika anda memiliki keberanian untuk memulai,

Anda juga memiliki keberanian untuk sukses.

David Viscott

 

24.

Tidak ada perkara besar yg diciptakan secara tiba-tiba. Epictetus.

 

25.

"Terima kasih" &  "maaf" kadang menjadi kata-kata yg exclusive, jarang & sulit untuk kita ucapkan sehari-hari.

 

26.

Kekuatiran tidak akan pernah mengubah hari esok menjadi lebih baik.

Kekuatiran hanya melemahkan sukacita kita hari ini.

Juan Mascara

 

 

27.

Setiap waktu dalam kehidupan Anda dapat menjadi permulaan dari sebuah perkara yg besar. Leo Buscaglia.

 

Anda tak pernah tahu, ketika anda selalu mengupayakan kebaikan, memperjuangkan apa yg seharusnya, melakukan yg terbaik…. setiap hari dapat menjadi kesempatan untuk memulai perkara yg besar yg anda tak pernah tahu kapan, dimana simpul & ujung keberhasilan & kebesarannya nanti.

 

28.

Bekerjalah dg riang gembira & penuh ketenangan.

Ketahuilah bahwa pemikiran & usaha yg benar pasti akan membuahkan hasil yg baik. James Allen

 

29.

Segala kesulitan & perjuangan pada hari ini adalah harga yg harus kita bayar untuk

Prestasi & kemenangan di hari esok. William J.H. Boetcker

 

30.

Jangan tetap tinggal di masa lalu, atau terus bermimpi tentang masa depan,

Namun pusatkanlah perhatian anda pada apa yg dapat anda kerjakan hari ini.

 

31.

Jangan pernah menghancurkan mimpi2 anda dg usaha yg hanya dilakukan ½ (setengah) hati.

 

32.

Jadilah selangkah lebih maju dalam setiap pekerjaan anda

dengan selalu hadir tepat waktu, bersemangat, & memberikan lebih dari yg diminta.

 

33.

Hanya dalam KRISIS-lah, karakter, kekuatan, & ketangguhan seseorang akan terlihat & teruji.

 

34.

Hey frenz !

v  Bila kau yakin Tuhanlah yg slalu menolongmu, kau takkan mudah menyerah & putus asa.

v  Bila kau tahu Tuhan slalu menyertaimu, kapanpun-dmanapun kau kan slalu merasa aman.

v  Bila Tuhan ada di pihakmu, tak ada satupun yg perlu kau kuatirkan, takutkan & cemaskan.

v  Bila DIA sudah buka jalan, tak ada yg dapat menutupnya.

INGATLAH BAHWA TUHAN TURUT BEKERJA DALAM SEGALA SESUATU! & engkau tak pernah sendirian.

 

35. Ada 3 hal.

3 disiplin penting: waktu, uang, kata2.

3 hal yg perlu dijaga: hati, mata, telinga.

3 karakter langka: setia, rendah hati, sabar

3 komitmen utama: Tuhan, pasangan, keluarga

3 hal yg perlu dikembangkan: murah hati, tahu diri, baik budi.

3 hal penjaga sukacita: pengampunan, senyuman, persahabatan.

 

Ada 3 tanda pada orang yg dekat Tuhan, percaya, bersandar, andalkan, & berharap pada Tuhan, yaitu:

a) damai-tenang hatinya

b) kepastian/jaminan masa depannya

c) kekuatan jiwa & karakternya.

Ia tertawa akan hari depannya.

Tangannya tekun bekerja &

Kesejahteraan seisi rumahnya.

 

Ada 3 hal yg perlu ditingkatkan sehari-hari.

Kadang sulit/lupa/jarang/tak sempat mengucapkannya:

a) maafkan saya

b) terima kasih Tuhan

c) terima kasih kawan

 

Ada 3 hal yg perlu ditingkatkan sehari-hari.

Kadang sulit/lupa/jarang/tak sempat melakukannya:

a) meminta maaf atas kesalahan, kekhilafan, kekeliruan kita dg sungguh2 & penuh pengertian

b) mengucapkan syukur pada Tuhan setiap hari

c) mengatakan terima kasih atas kebaikan2 kecil teman-teman kita.

 

 

36. PELANGI TANPA HUJAN

 

Tuhan tak pernah janjikan:

Langit selalu cerah, tanpa awan, badai & hujan

Perjalanan selalu penuh bunga & sukacita

Mawar indah tanpa duri tajam,

& pelangi tanpa hujan.

 

Tapi Tuhan janjikan:

Kekuatan bagi yg membutuhkan,

Hikmat bagi yg mencari,

Nasehat bijaksana & penghiburan,

Damai, penuh kasih di dalam Dia

sukacita bersama-Nya.

 

37. SUKSES-SUKSES KECIL

Sukses bukanlah hasil akhir.

Sukses adalah perjalanan journey.

Nikmati kesuksesan2 kecil dlm seluruh perjalanan hidup & karya Anda.

Raihlah sukses yg lebih besar lagi.

 

 

38. CARANG YG BERBUAH HEBAT !!

Ketika Anda berkata, "Tidak mungkin", "Mustahil", "Tidak masuk akal", "Tidak bisa",

 

Tuhan dapat berkata, "Itu mungkin", "Bisa saja", "Ada aja caranya", "Nothing is impossible", "Pasti bisa", "Maju terus", "Pantang mundur", "Jangan menyerah", "Kamu bisa!!", "Kau hebat!", "Kamu luar biasa", "Ayo, bangkit lagi!"

 

Aku akan selalu berjalan bersama Dia.

Aku akan selalu hidup di dalam Dia.

 

Dialah Pokok Pohon Anggur,

Akulah carang-carang kecil dari ranting & cabang….

Yang selalu segar & tak pernah kering….

Yang akan selalu berbuah lebat & hebat !!

Untuk dinikmati orang lain & memuliakan NamaNya.

 

Tiada yg mustahil bagi orang percaya, sebab:

Tiada yg mustahil bagi-Nya.

 


 

 

39. Ketika kesabaran kita mulai menipis

& berangsur-angsur habis,

Janganlah tergoda untuk marah & bersikap kasar.

Janganlah mengingini kejahatan & jangan bangga dg kekerasan.

Inilah waktu yg tepat untuk menyerahkannya kembali pd Tuhan,

Memberkati "musuh" kita & berdoa dg segala kerendahan hati.

Kekuatan rohani akan memberikan kemenangan sejati.

 

40. Perlakuan & kata-kata yg jahat, tajam, seenaknya sendiri, kasar, pedas, & menyakitkan, dapat membangkikan amarah & dendam atau melemahkan orang lain.

Buanglah yg jahat. Lakukanlah yg baik. Tuhan 'kan limpahkan kebaikanNYA dlm hidupmu.

 

41. Mengatasi masalah dg kekuatan & cara kita sendiri tanpa Allah = menyepelekan Tuhan Yang Maha Kuasa & berdaulat. Libatkanlah Tuhan dlm hidupmu. Mintalah campur tangan Tuhan. Mohonlah kekuatan & hikmat. Temukan cara-cara Tuhan & dapatkan kemenanganNYA.

 

42. Tuhan tak akan tinggalkanmu sendirian, apalagi membiarkanmu letih, lemah, lelah, lesu, lemas. Dia akan bangkitkan rohmu, hingga kau pancarkan  kemuliaanNYA !!

 

43. Banyak orang membutuhkan Yesus sebagai Tuhan & Juru Selamat, Penolong & Sahabat. Bapa yg kekal & mitra kerja yg hebat. Melalui siapa mereka dapat mengenal Kristus? Melihat kebaikanNya & merasakan kasihNya? Ya. Melakui Anda & saya.

 

44. Berkaryalah dg jiwa. Bekerjalah sepenuh hati, segenap potensi & lakukan sekuat asa/kehendak. Lalui berbagai kegagalan, lewati segala rintangan, langkahi semua penghalang, hadapi tantangan, selesaikan semua kesukaran. Kejar, perjuangkan & raih kemenanganmu dg DOA. *** Sukses ya….

 

45. Salah satu jenis doa adalah doa yg rahasia. Hanya Tuhan & Anda yg tahu. Dampaknya luar biasa ! Doakanlah teman, keluarga, & pekerjaanmu. LIHATLAH Tuhan berkarya indah !! DOA sepenuh percaya adalah DOA yg dahsyat !! * Amin.

 

46. Dalam kesulitan & terhimpit, INGAT: Selalu ada HARAPAN dalam Yesus. Serahkan padaNya. IA Pencipta & Sang Ahli kehiduoan. Tdk ada yg perlu ditakutkan & kuatirkan. Tenang, percaya, & Bersukacitalah kembali ! * DIA DAPAT DIANDALKAN !

 

47. Apakah yg paling dibutuhkan oleh Pro-M (Professional Muda) & Keluarga?

  1. wawasan & pengetahuan yg luas
  2. teman dekat & pergaulan yg positif, persahabatan, komunitas
  3. teman hidup, arti pernikahan & keluarga bahagia (blessed family)
  4. self-development & growth: mental, character, spiritual building
  5. Tujuan & arti hidup
  6. bisnis & sukses
  7. failing forward (mengatasi & bangkit dari kegagalan & masa lalu).
  8. kepemimpinan & pengaruh
  9. hikmat & kebijaksanaan
  10. cara mendalami Firman Tuhan
  11. karier & etos kerja
  12. problem solving & decision maker
  13. karya rohani bagi kota (City Blessing)
  14. creativity & activity
  15. kedekatan dg Tuhan
  16. doa yg berkuasa
  17. mujizat, miracle
  18. healing, Holy Spirit,
  19. salvation (keselamatan dalam Kristus) & kelahiran Kembali
  20. hidup yg dipulihkan (semangatnya, emosinya, hubungan keluarga, pengampunan, luka batin, kecanduan, keterikatan, pelepasan dari pekerjaan iblis)
  21. dan lain-lain (Any idea?)

 

 

48. Pernahkah Anda berdoa untuk teman2 facebook Anda?

Doakan untuk progress hidup mereka, pertumbuhan rohani mereka, perkembangan pribadi, skill & kemampuan, kecakapan kerja mereka, keluarga, pekerjaan, cita-cita, pergumulan, permasalahan, pelayanan, dan/atau kebutuhan spesifik mereka.

Prayer is the greatest power on the earth.

 

49. Salah satu kesempatan & anugrah yg paling berharga adalah mengenal Kristus & menerima pengampunan melalui salibNya. Tak semua orang alami.

 

50. Belajarlah dari orang2 di atasmu. Nikmati hidup dg orang2 disampingmu. Dan jangan remehkan orang2 di bawahmu.

 

51. Orangtua mengajar kita untuk selalu memiliki rasa homat, mnghormati orang lain, menghormati guru, hormati pimpinan/atasan, hormati bawahan, hormati rekan kerja. Apapuna yg kau lakukan, lakukan sebaik-baiknya.

 

52. Ketika kamu kehilangan, relakan. Tapi jangan pernah lupa pelajaran dari apa yg telah kamu hilangkan.

 

53. Seperti pendaki gunung, mereka menitinya dr bawah, & terus mendaki, sampai akhirnya mencapai puncak. Begitu juga hidup!

 

54. Life is full of challenges. wise people choose to meet them. Foolish people choose to run from them.

 

55. The way you give & you judge others, is a measure of ow much you like & respect yourself.

 

56. The spaces between your fingers were created so my fingers can lock with yours forever.

 

57. Percayalah kepada Tuhan dg segeap hatimu, dan jangan bersandar pd pengertianmu sendiri. akuilah Tuhan dlm segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

 

58. Do not be terrified; do not be discouraged, for the Lord your God will be with you wherever you go. Joshua 1:9

 

59. Never get tired of doing little things for thers. Someimes, yose little things occupy the biggest part of their hearts.

 

60. Gong xi fa cai. May the joy and happiness around you today & always.

Xin nian kuai le: tahun baru bertambah bahagia.

Shen ti jiang gang: diberi kesehatan yg baik

Wan shi ru yi: segala masalah merujuk pd kerukunan

Cai yuan guang jin: berkah kemakmuran mendekati kita semua

Nian nian you yu: setiap tahun semakin baik

Zhao cai jin bao: berkah kemakmuran mengelilingi

He jia ping an: keluarga damai sentosa

Shi shi shun li: masalah merujuk pd kelancaran

Gong xi da jia, fa da cai: semoga kita semua berlimpah keberkahan.

 

From all expensive things, peace is the most expensive.

From all the good things, joy is the best.

From all beautiful things, happiness is the most beautiful.

From all smooth things, good luck is the smoothest.

From all the blessed things, healthiness is the most blessed.

 

Wish you all of these: peace, joy, happiness, luck and healthiness in this coming year.

 

 

 

perjuangan pohon bambu

Perjuangan Pohon Bambu

Tidak dikenal

 

Pada suatu waktu aku merasa sangat jenuh dan bosan dengan kehidupan ini dan ingin berhenti dari semuanya, berhenti dari pekerjaan, hubungan, spiritual... dan berhenti untuk hidup.

Aku pergi ke tengah hutan dan ingin berbicara untuk yang terakhir kalinya dengan Sang Pencipta.

"Tuhan, mohon berikan saya satu alasan untuk tetap hidup dan berjuang?"

Ternyata jawaban Maha Pencipta yang Agung sangat mengejutkan....

"Lihat di sekelilingmu, apakah kamu melihat tanaman Semak dan pohon Bambu?

"Ya," jawabku.

Yang Maha Pencipta mulai bertutur:

"Saat aku menanam benih Semak dan Bambu, aku memelihara mereka dengan sangat baik dan hati-hati. Aku memberi mereka sinar matahari, menyirami dengan air seadil-adilnya. Tanaman Semak tumbuh dengan sangat cepat. Daun-daunnya yang hijau tumbuh rimbun sampai menutupi tanah disekelilingnya. Sedangkan benih Bambu belum memperlihatkan apapun.

Tetapi aku tidak menyerah dan tetap memelihara mereka dengan baik dan adil. Pada Tahun ke-2, tanaman Semak tumbuh makin subur, rimbun dan makin bertambah banyak. Tetapi, benih Bambu tetap belum memperlihatkan tanda-tanda pertumbuhan.

Pada tahun ke-3, benih Bambu masih sama seperti sebelumnya. Tetapi, tetap Aku tidak menyerah. Begitu juga dengan tahun ke-4 masih sama saja. Aku bertahan untuk tidak menyerah.

Kemudian, pada tahun ke-5, tunas kecil mulai muncul dari benih bambu. Jika dibandingkan dengan tanaman semak, tunas ini sangat kecil dan sepertinya tidak sebanding dengan tanaman semak.

Tetapi 6 bulan kemudian pohon Bambu tumbuh hingga mencapai ketinggian 100 kaki.
Ternyata Bambu menghabiskan waktu 5 tahun untuk menumbuhkan dan menguatkan akarnya. Akar-akar tersebut membuat Bambu menjadi sangat kuat sehingga kokoh menghadapi keadaan alam yang berubah-ubah. Bahkan pohon Bambu sangat berguna untuk kehidupan.

Aku tidak akan memberikan cobaan yang lebih berat dari kemampuannya kepada ciptaanku."

Aku terdiam. Menyimak baik-baik.

"Anakku, apakah kamu sadar, selama ini kamu telah berjuang dan memperkuat akar? Aku tidak menyerah saat menanam benih dan memelihara pohon Bambu, begitu juga denganmu. Jangan membandingkan dirimu dengan yang lain. Bambu mempunyai fungsi yang berbeda dengan Semak, tetapi tetap mereka membuat hutan menjadi indah. Waktumu akan tiba dan kamu akan tumbuh dengan tinggi."

"Tetapi, seberapa tinggi saya harus tumbuh?" tanyaku.

Maha Pencipta menjawab: "Seberapa tinggi pohon Bambu tumbuh?"

"Apakah setinggi kemampuan dan usahanya?" tanyaku lagi

"Benar Anakku. Berusahalah sebaik dan semaksimal mungkin."

Kemudian aku pergi meninggalkan hutan dengan membawa kisah ini. Aku harap kisah ini dapat membantumu melihat bahwa Tuhan tidak pernah menyerah untukmu.

 

Jangan pernah menyesali setiap hari dalam hidupmu. Hari-hari yang baik memberi kebahagiaan; hari-hari yang buruk memberi pengalaman tak ternilai; keduanya sangat berharga.

http://www.ceritakecil.com/cerita-dan-dongeng/Perjuangan-Pohon-Bambu-61

 

10 ways spiritual building

10 Ways to Build a Strong Spiritual Life

This list comes from an article I read several years ago (March 2001) that appeared in Prevention magazine written by Rev. Natalia Vonnegut Beck. This month I am departing from my career and business tips for a different sort of list. In this holiday season I think it is appropriate. Hope you do too.

  1. Start your day with a prayer of gratitude for another day. Draw in the morning's peace by taking a slow deep breath. Feel your breath spread throughout your spirit, mind and body. Exhale and stretch and acknowledge every part of your body.
  2. Create a healing space in your home ( a room or a part of a room) for prayer, reading and contemplation.
  3. Use a mindfulness meditation to slow down. Most of us are rushing through our lives without noticing that we are alive. Learn to focus on the here and now. Stay present. Once a day go into the healing space you have created and focus on your breathing. Listen to your breath as you inhale and exhale. Be aware of what is happening in your body. Meditate for 10 minutes and then slowly come back into the world.
  4. Spend 10 minutes a day reading a book or magazine with a spiritual theme and think about it.
  5. Designate one particular friend as your "spiritual" friend and meet with that person to discuss spiritual topics. Keep a list of blocks to your spiritual life to discuss with your friend.
  6. Sit in stillness and explore the energy inside you, focus on it and try to sense what it is to you.
  7. Build a faith community. Attend a local church or synagogue. Form your own group with whom you share a spiritual connection. Meet with them regularly.
  8. Be with people who care about you and share your values. This doesn't mean you don't reach out to other people but don't spend time with people who don't share your values.
  9. Honor yourself and your own feelings and ideas. Figure out who you are and then reject any other opinions that do not honor yours.
  10. Ask the universe (G_d) to support you. If you feel unloved, untouched, overwhelmed, out of control, scattered, or depressed ask for what you need.

mimpi

"Semua mimpi kita dapat terwujud, asalkan kita punya keberanian untuk mewujudkannya"- Walt Disney

Semua orang diciptakan istimewa oleh Tuhan dengan bakatnya masing-masing. Tapi terkadang mereka terhalang oleh pikirannya sendiri dalam mengembangkannya.

Zig Ziglar, motivator dunia mengkategorikan orang-orang  yang tidak mengembangkan bakatnya ke dalam 4 golongan.

Orang pertama adalah yang menyangkal dirinya memiliki bakat. "Ah, saya tidak punya bakat apa-apa" sangkalnya. Ia merasa tidak perlu berbuat sesuatu atau  berkontribusi bagi orang lain atau kehidupan umat manusia.

Orang kedua suka menunda-nunda. "Saya memang punya bakat. Tapi, tidak sekarang mengembangkannya. Mungkin besok, lusa atau nanti sajalah" begitu alasannya.

Orang ketiga adalah yang merasa takut. "Sebetulnya saya ingin mengembangkan bakat saya. Tapi takut gagal, daripada saya ditertawakan orang, lebih baik saya diam saja, bukankah lebih aman?" itu selalu yang dikatakannya.

Orang keempat tidak mau bertanggung jawab. Dia selalu berdalih bahwa orang lain atau keadaanlah yang salah. "Bagaimana saya dapat mengembangkan bakat saya kalau orang di sekitar saya dan keadaan tidak mendukung" katanya menyalahkan keadaan.

temanku yang berbakat, saya yakin Anda tidak termasuk dalam keempat tipe orang  tersebut. Bakat Anda terlalu sayang untuk disia-siakan, karena artinya Anda menyia-nyiakan anugrah Tuhan. Tuhan telah mendesain dan menciptakan manusia dengan keistimewaannya masing-masing. Kembangkan bakatmu, kejarlah mimpimu.

———————————-
Anne Ahira Newsletter

Think & Succeed!