Sabtu, 01 Desember 2012

BERHENTI SEJENAK

 

Posted: 27 Nov 2012 10:00 PM PST

Ayat bacaan: Mazmur 46:11
=======================
"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"
Apabila anda mengendarai mobil lalu terus dan terus memacunya tanpa berhenti sedikitpun, apa yang akan terjadi? Pada suatu ketika mesin mobil itu akan meledak. Mobil yang hanya dipakai tapi tidak dirawat pun tentu akan lebih cepat rusak ketimbang mobil yang teratur diperiksa dan mengalami perawatan. Tubuh kita pun demikian. Cobalah terus bekerja tanpa henti, tanpa tidur, tanpa rehat, anda akan jatuh sakit atau bisa mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Orang yang kurang istirahat akan cenderung lebih cepat terpancing emosi, labil moodnya dan sulit konsentrasi ketimbang orang yang sudah melakukan istirahat yang cukup. Kita memang harus berbuat sebaik-baiknya dalam bekerja, belajar atau dalam melakukan berbagai kegiatan positif dalam hidup, tapi ada kalanya kita harus mengambil jeda. Eventually we have to press the pause button to reshape, refreshen or rejuvenate ourselves before continuing our tasks.
Kita harus tahu kapan kita harus 'berhenti' sejenak meski pekerjaan masih menggunung di depan mata. Kalau kita sudah sampai pada batas titik jenuh dan masih memaksakan diri, selain kesehatan kita terancam, hasil yang dicapai pun tidak akan bisa maksimal. Kita bisa cepat merasa marah, muak lalu mengamuk kepada setiap orang, termasuk orang-orang yang sama sekali tidak bersalah apa-apa. Maka dari itu sebelum kita terjebak untuk mengambil tindakan-tindakan yang salah, we should press the pause button and take a break. Ada waktu dimana kita harus bekerja, ada saat dimana kita harus terus melakukan sesuatu, tapi ada pula saat-saat dimana kita harus berhenti sejenak. Ada saat untuk bicara, tapi ada pula saat untuk diam. Dalam mengontrol emosi pun demikian. Ketika suasana sudah begitu menyesakkan dan anda merasa ingin mengamuk, itu tandanya anda harus menekan tombol pause atau bahkan stop sejenak agar emosi anda tidak makin membara tapi bisa berangsur turun. Masalah mungkin belum selesai, tugas-tugas mungkin masih banyak, peperangan atau pergumulan masih akan terus berlangsung, tapi ada saatnya kita harus berhenti sejenak sebelum kita mengambil tindakan yang keliru dan hanya dilandasi oleh emosi belaka. Sebuah Firman Tuhan pun mengingatkan kita akan hal ini. "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!" (Mazmur 46:11). Let be and be still, and know that I am God. Berhentilah sejenak, diamlah, dan renungkan bahwa ada Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu yang sedang ada bersama kita.
Kisah kunjungan Yesus ke rumah Maria dan Marta menggambarkan hal ini dengan baik. Yesus datang berkunjung ke rumah mereka. Kunjungan dari Yesus? Betapa istimewanya! Marta pun segera sibuk melakukan dan mempersiapkan segala sesuatu untuk melayani Yesus. Tapi kita tahu Maria justru melakukan yang sebaliknya. Tidak seperti Marta, Maria memilih untuk duduk diam di dekat kaki Tuhan Yesus untuk terus mendengarkan perkataanNya. (Lukas 10:39). Ketika Marta protes dan menganggap Maria seolah-olah tidak peduli, Yesus pun berkata: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." (ay 41-42). Kita pun sering berlaku seperti ini. Kita sibuk melakukan segala sesuatu semampu kita, dan terus merasa kesal apabila situasi tidak kunjung menjadi baik meski kita sudah mati-matian berusaha mengatasinya. Kita terus berusaha dan berusaha lewat segala daya upaya dan cara, tapi sayangnya kita lupa bahwa ada waktu dimana kita harus berhenti dan kemudian mendatangi Tuhan, berdiam di hadiratNya untuk mendengar suaraNya. That's the thing that we tend to forget when we are too busy.
Mari lihat sekali lagi pesan Tuhan hari ini yang sesungguhnya sangat jelas."Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!" (Mazmur 46:11). Take a break, be still, and look up to God. Lihatlah Yesus, Dia pun luar biasa sibuknya melayani dalam rentang waktu yang sangat singkat sebelum harus menjalani karya penebusanNya bagi kita. Tapi meski demikian, Yesus tahu bahwa ada waktu-waktu khusus yang harus Dia ambil untuk mendengar suara Bapa. Yesus bisa melakukannya di pagi hari : "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana." (Markus 1:35) atau di malam hari, "Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ." (Matius 14:23). Juga ketika beban tekanan yang memuncak menjelang penangkapanNya sempat membuat Yesus merasa sangat takut. Disaat seperti itupun Yesus memilih untuk berhenti dan berdoa kepada Bapa seperti yang dilakukanNya di taman Getsemani. (Matius 26:36-46). Perhatikan bagaimana nyata perbedaan sebelum dan sesudah Yesus berdoa. Yesus tahu kapan Dia harus kembali 'me-recharge' diriNya agar bisa kembali melakukan segala sesuatu tepat seperti keinginan Bapa. Seperti itu pula kita seharusnya.
Kita harus tahu kapan harus jalan, kapan harus lari, tapi juga harus tahu kapan harus berhenti. Kita harus memiliki kemampuan untuk itu. Kemampuan untuk tahu kapan harus berhenti sangat erat kaitannya dengan kekuatan untuk mengontrol diri, emosi maupun untuk mawas diri. Sebelum situasi menjadi tidak terkontrol lagi, kinerja menurun atau kita melakukan hal-hal yang destruktif baik dalam aktivitas maupun kepada diri sendiri, kita perlu mengambil waktu untuk berdiam sejenak, duduk diam dalam hadiratNya dan mendengar suaraNya. Ambil contoh kecil di pagi hari. Daripada langsung stres memikirkan serangkaian tugas menumpuk hari ini, mengapa tidak mengambil waktu sejenak untuk bersaat teduh? Seperti yang saya sebut dalam renungan kemarin, bukankah Tuhan menjanjikan rahmatNya yang baru setiap pagi? (Ratapan 3:21-23). Mengapa hal seindah itu harus kita lewatkan dan lebih memilih untuk membiarkan diri kita hidup dalam ritme 'chaos' tanpa sukacita sejak pagi hari? Jika itu anda lakukan, anda akan merasakan sendiri bahwa itu akan membuat segalanya jauh lebih baik dan mengarahkan anda untuk mencapai hasil yang terbaik dan maksimal.
Be still, and know that He is such a loving Father.
Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Jumat, 30 November 2012

Indikator Kasih

 

Posted: 25 Nov 2012 10:00 PM PST

Ayat bacaan: 1 Korintus 13:4-7
========================
"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."
Saya pernah membaca sebuah tulisan mengenai tumbuhan indikator. Tumbuhan memiliki sifat dan karakteristik tertentu dan akan sangat dipengaruhi oleh lingkungan dalam pertumbuhannya. Tanaman yang ada di sebuah komunitas atau wilayah tertentu bisa dipergunakan sebagai indikator di lingkungan tersebut, baik untuk melihat ciri atau sifat tanah setempat agar kita dapat menentukan jenis tanaman seperti apa yang bisa diusahakan disana, kandungan jenis logam apa yang ada di area tersebut atau bahkan tanaman bisa pula dipakai sebagai indikator dalam pencemaran lingkungan. Ini semua bisa dipergunakan sebagai bioindikator karena tanaman sudah sangat erat berhubungan dengan habitatnya, apalagi yang sudah lama tumbuh disana. Dalam bekerja kita juga seringkali butuh indikator untuk mengetahui sejauh mana pencapaian kita selama ini. Indikator merupakan sebuah petunjuk atau acuan yang bisa kita jadikan tolok ukur untuk melihat apakah kita sudah berada pada jalur proses yang benar atau tidak.
Inti dari Kekristenan berbicara soal kasih. Seorang pendeta pernah berkata, apabila Alkitab bisa diperas maka kasih-lah yang akan keluar sebagai sarinya. Lebih dari sekedar menyayangi orang-orang terdekat bagi kita, kasih dalam kekristenan haruslah sanggup menjangkau area yang lebih luas lagi hingga sampai kepada orang-orang yang tidak kita kenal atau bahkan musuh kita. Itu akan mampu menjadi indikator yang membedakan kita dengan prinsip-prinsip dunia pada umumnya. Lantas tingkatan kasih seperti apa yang harus kita miliki? Yesus berkata "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi." (Yohanes 13:34). Kalau kita diminta untuk mengasihi seperti halnya Yesus mengasihi kita, itu artinya kita harus bisa mencapai sebuah tingkatan yang sungguh sangat tinggi. Kita tahu bagaimana bentuk kasih yang dimiliki Kristus. Dia bukan saja menyembuhkan banyak orang dan melakukan mukjizat-mukjizat dimana-mana, tetapi kasih yang dimiliki Kristus bahkan membuatnya rela untuk menjalani penderitaan dan kesakitan hingga mati di atas kayu salib. KasihNya mampu menyentuh semua orang, terutama orang-orang berdosa yang dimusuhi atau dikucilkan masyarakat.
Lewat karya penebusanNya kita dianugerahkan keselamatan, sesuatu yang justru diberikan pada saat kita tengah berlumur dosa. Firman Tuhan mengatakan demikian: "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." (Roma 5:8). Ketika Yesus berkata "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." (Yohanes 15:13), ia tidak berhenti hanya pada wacana saja melainkan sudah melakukannya sendiri, menjadikan diriNya sebagai keteladanan secara langsung. Ini artinya kita diminta untuk mencapai sebuah tingkatan kasih yang jauh lebih besar dari pengertian kasih yang kita ketahui sehari-hari. Ada banyak aspek di dalamnya yang bukan hanya sekedar menyampaikan ungkapan rasa cinta, tetapi di dalamnya juga terdapat pengorbanan, kerelaan untuk menderita dan kesanggupan untuk mengampuni. Ini hal-hal yang sungguh tidak mudah untuk dijalankan, tetapi kasih yang memiliki elemen-elemen seperti itulah yang seharusnya menguasai diri kita dan akan menjawab standar kasih menurut Kerajaan Allah tersebut.
Apakah Alkitab memberi indikator kasih agar kita bisa mengetahui sejauh mana kita berjalan dalam kasih hari ini? Tentu saja. Alkitab sesungguhnya telah memberikan indikator-indikator kasih secara sangat terperinci. Kita bisa melihatnya dalam surat 1 Korintus seperti yang disebutkan dengan detail oleh Paulus. Ayatnya berbunyi sebagai berikut:
"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu." (1 Korintus 13:4-7).
Inilah indikator-indikator kasih itu. Kesabaran, kemurahan hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, berlaku sopan, tidak mencari keuntungan sendiri, tidak pemarah, mau mengampuni, tidak mendendam, tidak senang dengan kejahatan, tidak mencari-cari kesalahan orang lain, tahan menghadapi segala sesuatu, mau percaya akan yang terbaik dari setiap orang, hidup dalam pengharapan tanpa henti dan sabar dalam menanggung segala sesuatu. Dengan adanya indikator-indikator ini kita bisa dengan mudah mengetahui apakah kita sedang atau sudah berjalan dalam kasih atau tidak. Jika kita mulai menyimpan amarah dan dendam, ketika kita selalu merasa iri hati terhadap kesuksesan orang lain, menyombongkan diri, lekas menghakimi, pilih kasih dan sebagainya, itu artinya kita belum memenuhi indikator-indikator kasih yang merupakan sebuah kewajiban bagi orang percaya.
Berat? Sulit? Mungkin ya. Tapi selama kita berjalan bersama Tuhan dan tetap dipenuhi Roh Kudus, kasih Allah akan hidup dalam diri kita. Itulah yang akan memampukan kita untuk memenuhi indikator-indikator kasih di atas. Yohanes pun menghimbau kita sebagai anak-anakNya untuk saling mengasihi. "Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah." (1 Yohanes 4:7). Kita tidak bisa mengaku sebagai anak Allah yang mengenal Bapanya apabila kita tidak memiliki kasih dalam diri kita. "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih." (ay 8). Dan Yohanes pun melanjutkan: "Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita." (ay 11-12).
Kekristenan sejati akan tergambar dari sejauh mana kasih menguasai hidup kita. Yesus telah mengingatkan kita untuk saling mengasihi, seperti halnya Dia sendiri mengasihi kita. Dan selanjutnya Yesus pun berkata "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." (Yohanes 13:35). Sejauh mana kita menyatakan kasih Kristus kepada dunia akan menjadi indikator apakah kita murid Kristus yang benar atau tidak. Bagaimana dan siapa Kristus akan ter-representasikan dari perilaku dan perbuatan kita dalam hidup. Sebagai contoh yang benar, maka seharusnya cara kita menerapkan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari seharusnya mampu menyatakan kemuliaan Allah. Dan itu akan dilihat oleh dunia, sehingga dunia bisa mendapatkan gambaran yang jelas tentang Kristus lewat diri kita. Mari kita periksa sejauh mana kasih menguasai kita hari ini lewat indikator-indikator kasih di atas. Apakah kita sudah berada dalam rel yang benar? Apakah kita sudah berjalan dalam kasih Kristus saat ini?
Indikator kasih akan membuat kita mengetahui apakah kita sedang berada dalam kasih atau tidak

Rahmat Yang Baru Setiap Pagi

 

Posted: 26 Nov 2012 10:00 PM PST

Ayat bacaan: Ratapan 3:21-23
====================
"Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"

Adakah diantara teman-teman yang hari ini merasakan kelelahan dan penat luar biasa akibat aktivitas yang anda lakukan? Apakah itu dalam pekerjaan, pelayanan atau bagi yang masih belajar mungkin lelah ditimbun setumpuk tugas yang tampaknya tidak ada habisnya. Saya mengalami hal tersebut akhir-akhir ini, dan betapa saya ingin bisa bangun dengan segar, dengan kekuatan dan semangat baru jika saya tidur dalam keadaan lelah malam hari. A brand new day with a brand new freshness, brand new strength, and of course brand new blessings. Bukankah itu yang kita butuhkan disaat kita merasa begitu capai? Sekarang pertanyaannya, is there any such thing in this life? Jawabannya, yes there is! Tuhan sudah menjanjikan langsung hal seperti itu, dan karenanya itu bukanlah sebuah utopia atau harapan yang tak kunjung ada. Semua itu mungkin, semua itu Dia sediakan bagi kita. Praise the Lord for that!
Disaat tumpukan kegiatan terasa menyiksa, anda pun akan merasa sukacita anda seolah terampas sejak anda bangun pagi. Begitu bangun anda melihat jam, lalu berkata: "aduh saya sudah terlambat! saya seharusnya sudah berangkat sekarang!" atau "aduh, deadline hari ini, tapi belum selesai..." dan sebagainya. Ini bisa dan seringkali menjadi isi dari pikiran kita ketika bangun. Sekarang pikirkanlah alangkah sayangnya apabila semua perasaan itu membuat kita tidak lagi merasakan berkat Tuhan yang baru setiap pagi. Setiap pagi? Ya, firman Tuhan berkata setiap pagi. Artinya ada rahmatNya tercurah, turun disaat kita hendak memulai sebuah hari yang baru. No matter what, no matter how, He will provide it all for us with all His love. Seperti itulah indahnya hidup bersamaNya. Begitu kita bangun, ada rahmat Tuhan yang langsung menyapa kita. Anda lelah tadi malam, pagi ini anda segar dengan kekuatan baru, semangat baru, gairah baru dan tentu saja berkat yang baru. Bukan sisa kemarin, bukan nanti bakal dikasih, tetapi sesuatu yang baru, setiap pagi. Bukankah itu luar biasa indahnya? Itulah yang dijanjikan Tuhan, yang sayangnya akan kita lewatkan apabila kita tidak menyadari itu dan lebih memilih untuk memulai hari dengan setumpuk pikiran rumit, kegelisahan, gerutu dan sebagainya.
Ayat yang menyatakan itu tertulis jelas dalam Alkitab yang bunyinya seperti ini: "Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!" (Ratapan 3:21-23). Sang Penulis kitab ini tahu kemana ia harus mengarahkan fokusnya ditengah timbunan agenda atau kesibukan yang terkadang bisa begitu menyiksa. Ia menyadari betul bahwa kasih setia Tuhan itu tiada terbatas dan begitu besar buat kita. Rahmat Tuhan pun demikian, tidak ada habisnya, dan selalu baru setiap pagi. All provided fresh and new every morning. Jika demikian, mengapa kita harus ragu-ragu dalam menaruh pengharapan kepadaNya? Inilah yang seharusnya kita ingat agar kita bisa memulai hari baru dengan sukacita penuh tanpa terganggu oleh beban pikiran atau kesibukan yang sebentar lagi akan kita lakukan. Jadi jelas bahwa kita harus mengingatkan diri kita tentang kesetiaan dan kebaikan Tuhan setiap pagi.
Anda bisa membuka Mazmur 103 saja untuk mengintip segala kebaikan Tuhan yang Dia janjikan dan sediakan bagi kita. Dia menjanjikan pengampunan dosa (ay 3), kesembuhan (3), penebusan (4), penobatan dengan mahkota kasih setia dan rahmat (4), pemenuhan kebutuhan kita dengan hal-hal yang baik sehingga kita awet muda seperti burung rajawali (ay 5).Tuhan menyediakan keadilan dan hukum bagi orang tertindas, Dia ingin memerdekakan kita (ay 6), menyatakan rencanaNya atau jalan-jalanNya (ay 7), menyatakan diriNya sebagai penyayang, pengasih, panjang sabar dan punya kasih setia berlimpah (ay 8) dan sebagainya. Baru dari satu penggalan dalam Alkitab saja kita sudah bisa melihat bagaimana kebaikan Tuhan yang Dia siapkan bagi kita. Ini baru secuil dari begitu banyak ayat yang menyatakan kebaikanNya. Semua itu Dia janjikan hadir bagi diri kita dalam keadaan baru setiap pagi, fresh and new every morning.
Seandainya semua itu masih kurang, lihatlah ayat dalam Yesaya 40:31 berikut ini: "tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah." Orang yang menanti-nantikan Tuhan dengan taat dan tekun akan mendapatkan kekuatan baru. Mereka, atau kita, akan seperti burung rajawali yang terbang mengatasi badai dengan sepasang sayap yang kuat, tidak akan gampang lelah meski yang dihadapi adalah badai yang berat sekalipun. Ini merupakan janji-janji Tuhan yang akan sangat meneguhkan dan menguatkan kita terlebih di saat beban berat yang membuat kita kelelahan menerpa kita hari-hari ini.
Pastikanlah diri anda untuk mengingat semua ini setiap pagi, dan mengucap syukurlah akan semua kebaikan Tuhan itu ketika anda bangun. Terus ingatkan jiwa anda untuk menyadari betapa baiknya Tuhan itu, dan segera gantikan segala kegelisahan atau beban-beban pikiran yang biasa mengganggu anda di pagi hari. Jangan pernah lupakan rahmatNya yang baru yang Dia limpahkan sebagai anugerah yang luar biasa bagi anda. Pertahankan terus sehingga anda akan mampu terus bertumbuh dengan iman yagn semakin kuat dan subur. Dan tentu saja, anda tidak perlu takut kehabisan tenaga lagi atau malah kehabisan berkat Tuhan, karena Dia akan selalu siap memperbaharuinya tiap pagi. Mengetahui apa saja yang menjadi berkat Tuhan itu baik, tetapi jangan berhenti hanya sampai mengetahui saja. Mari terus mengucap syukur dan pastikan setiap hari anda merasakan kebaikanNya, dan perhatikanlah itu semua agar menjadi nyata dan hidup dalam diri anda.
Rahmat Tuhan tidak terbatas dan selalu baru setiap pagi
Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Proses

 

Posted: 29 Nov 2012 10:00 PM PST

Ayat bacaan: Keluaran 13:17
=======================
"Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin..."


Dalam perjalanan hidup saya lengkap dengan naik turun dan jatuh bangunnya, saya menyadari satu hal, yaitu bahwa saya senang melewati proses untuk menuju keberhasilan. In most of the times I'm enjoying the process more than the result. Ada kalanya proses itu mudah, tapi seringkali proses terasa berat, bagai mendaki jalanan terjal dan bisa jadi menyakitkan. Tapi apapun itu, semua itu merupakan proses yang pada akhirnya membentuk saya menjadi siapa diri saya hari ini. Kita tentu ingin hasil instan, langsung berhasil, langsung sukses. Tapi dari pengalaman saya, sesuatu yang instan sulit untuk bertahan lama. Justru sesuatu yang dibangun dengan cucuran keringat dan air mata dalam proses yang bisa jadi butuh waktu panjang, itu akan terasa lebih berharga dan nikmat ketika pada akhirnya menghasilkan buah yang baik. Karena itulah dalam setiap usaha yang saya lakukan, saya menikmati betul prosesnya, termasuk yang pahit-pahit dan berat. Dan tentu saja, saya menyadari betul bahwa Tuhan akan selalu ada bersama saya dalam setiap langkah yang saya ambil dari hari ke hari.
Seringkali Tuhan mengajak kita menempuh jalan 'memutar' ketimbang jalan yang mulus dan lancar atau lebih singkat. Mengapa harus demikian? Itu bertujuan agar kita bisa belajar melewati proses dalam setiap jenjang untuk bisa naik setahap demi setahap. Itu melatih kita agar tidak menjadi orang-orang yang malas dan manja. That's a part of process to shape us up to be a better, winning person. Kita bisa melihat contoh yang sangat menarik akan keputusan Tuhan ini lewat kisah bangsa Israel ketika mereka keluar dari Mesir.
Lewat serangkaian usaha panjang yang penuh liku-liku, bangsa Israel akhirnya mengakhiri masa perbudakan mereka dan dituntun Tuhan sendiri lewat kepemimpinan Musa untuk berangkat menuju tanah yang disediakan Tuhan bagi mereka. Menariknya, Alkitab mencatat awal perjalanan itu sebagai berikut: "Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: "Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir. Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir." (Keluaran 13:17-18). Lihatlah bahwa Tuhan bisa membawa mereka lewat jalan yang jauh lebih dekat, tapi Tuhan ternyata memutuskan untuk membawa mereka memutar lewat jalan yang harus ditempuh sampai 40 tahun lamanya. Jalan yang sulit, penuh penderitaan, lewat gurun dengan panas menyengat di siang hari dan sangat dingin di malam hari. Mengapa harus begitu? Dari ayat tadi kita bisa melihat bahwa Tuhan tahu apabila bangsa itu terlalu cepat tiba di tanah Kanaan dengan mudah, mereka akan mudah melupakan penyertaan Tuhan dan dengan demikian mereka akan terlena dan tidak menghargai sesuatu yang besar yang Tuhan berikan kepada mereka. Jadi bangsa Israel dianggap perlu untuk dipersiapkan agar bisa menjadi bangsa yang besar, mandiri dan tahu bersyukur saat mereka masuk ke tanah yang berlimpah madu dan susunya alias sangat subur itu. Jika kita baca ayat-ayat berikutnya, kita akan tahu bahwa meski perjalanan itu sangat berat dan penuh tantangan, Tuhan tetaplah ada bersama mereka, menyertai dan menolong mereka di dalamnya. "TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu." (ay 21-22). Berkali-kali pula dalam kesempatan lain Tuhan menunjukkan bantuannya yang luar biasa. Misalnya menurunkan manna dari surga, membelah danau Teberau dan lain-lain. Artinya, meski perjalanan 40 tahun itu sangat berat, Tuhan menunjukkan bahwa Dia tetap ada beserta mereka sepanjang perjalanan. He wanted them to go through a process, but He would be with them all the way, helping them until they reached the destination.
Apakah bangsa Israel mau belajar dari proses ini? Ternyata bukannya bersyukur meski sudah tahu tujuan dari apa yang diberikan Tuhan, mereka malah menunjukkan sikap negatif dengan terus protes dan bersungut-sungut berulang kali sepanjang perjalanan. Lihatlah beberapa diantaranya: "dan mereka berkata kepada Musa: "Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir? Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini." (Keluaran 14:11-12), "Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun; dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan." (16:2-3), dan banyak lagi. Kalau 40 tahun diproses saja masih begitu mentalnya, bagaimana kalau mereka mendapatkannya dengan mudah? Tentu mereka makin tidak tahu menghargai pemberian Tuhan. Lantas harus berapa tahun lagi mereka diproses? 80 tahun? 100 tahun? Itu semua karena sikap bandel, tegar tengkuk atau keras kepala mereka. Kita pun sama. Daripada harus melalui tahapan keras yang lama, mengapa kita tidak melembutkan hati dan menjalaninya dengan taat saja? Semua itu tetap untuk kebaikan bagi kita sendiri. Itu adalah proses untuk menjadikan kita orang-orang yang layak dihadapanNya.
Seringkali Tuhan sengaja membawa kita lewat 'jalan memutar'. Bentuknya bisa berbagai rupa. Bisa lewat masalah-masalah yang Dia ijinkan untuk masuk ke dalam hidup kita, berbagai bentuk kegagalan, kekalahan atau tekanan-tekanan lainnya. Semua ini mungkin bisa membuat kita bersungut-sungut, kecewa atau bahkan marah seperti halnya bangsa Israel. Tetapi kita bisa melihat bahwa itu tidaklah produktif dan tidak berguna, malah hanya akan menambah masalah bagi kita sendiri. Kita harus mengerti bahwa semua itu untuk kebaikan kita juga. Jadi jangan menyerah, taatlah dan tetaplah berpegang dengan pengharapan kuat kepada Allah. Biar bagaimanapun, seperti yang Dia tunjukkan kepada bangsa Israel pada masa itu, Dia tetap menyertai kita dan menolong kita dengan berbagai caraNya yang ajaib dalam setiap proses tersebut. Allah bahkan sudah berkata, meski dalam lembah kekelaman sekalipun kita tidak perlu takut, sebab Tuhan selalu ada beserta kita dengan pertolongan dan penghiburan dariNya. Itulah yang disadari Daud yang berkata: "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku." (Mazmur 23:4). Tuhan ingin kita melewati proses penempaan dan pembentukan, tapi Jadi jika anda tengah menjalani proses saat ini, janganlah menyerah. Jalani semuanya dengan sikap tetap bersyukur dan percaya sepenuhnya kepada rencana Allah. Pada saatnya kelak, Tuhan sendiri yang akan menuntun anda keluar, to become a better and winning person.
Berbagai ujian adalah proses yang dilewati bersama Tuhan yang akan menempa kita untuk menjadi lebih sempurna
Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Kisah Cinta Robert

Kisah Cinta

Merawatmu di Usia Senja
Robert mengundurkan diri dari kedudukannya sebagai rektor di Universitas Internasional Columbia dengan alasan merawat istrinya yang sakit alzheimer, yaitu gangguan fungsi otak. Sehingga berprilaku seperti bayi, tidak bisa berbuat apapun, bahkan untuk makan,mandi dan buang airpun ia harus dibantu.
Alasan itulah yang membuat Robert untuk merawat istrinya dgn tangannya sendiri. Sebab Muriel adalah wanita yg sangat istimewa baginya.
Singkat cerita, di tanggal 14 Februari 1995 sebagai hari istimewa untuk Robert & Muriel, karena pada tanggal itu di tahun 1948, Robert melamar Muriel. Pada hari istimewa itu Robert memandikan Muriel, lalu menyiapkan makan malam dengan menu kesukaan Muriel. Menjelang tidur ia mencium dan menggenggam tangan Muriel lalu berdoa, "Tuhan yang baik, Engkau mengasihi Muriel lebih dari aku mengasihinya, karena itu jagalah kekasih hatiku ini sepanjang malam dan biarlah
ia mendengar nyanyian malaikatMu. Amin."
Pagi harinya, ketika Robert berolahraga dengan menggunakan sepeda statisnya, Muriel terbangun dari tidurnya. Ia berusaha untuk mengambil posisi yang nyaman, kemudian melempar senyum manis kepada Robert. Untuk pertama kalinya setelah selama berbulan-bulan Muriel tidak pernah berbicara atau memanggil dengan suara yang lembut dan bening, "Sayangku ... sayangku ..."
Robert melompat dari sepedanya dan segera memeluk wanita yang sangat dikasihinya itu. "Sayangku, kau benar2 mencintaiku bukan ?" tanya Muriel. Setelah melihat anggukan dan senyum diwajah Robert, Muriel berbisik, "Aku bahagia !" Itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Muriel sebelum meninggal kepada suaminya..
Siapa tak kenal Mr. Bean yg selalu membuat kita tertawa disetiap aksinya... Ia lah Robert Atkinson (Robertson McQuilkin) yang mencintai dan dan merawat istrinya itu

http://www.thecrowdvoice.com/post/kisah-cinta-4932776.html

9 cara menjadi diri sendiri

 

Be Yourself !,   jangan  mencoba untuk menjadi orang lain. Bersyukurlah, bahwa  kita diciptakan oleh-Nya untuk memiliki ide-ide, kekuatan dan keindahan yang tidak dimiliki orang lain.

http://www.kanikiworld.com/9-cara-untuk-menjadi-diri-sendiri/

Jadilah versi terbaik dari kita sendiri dengan beberapa tips berikut ini :

1. Bertanggung jawab penuh atas tujuan hidup kita – Jika kita benar-benar menginginkan hal-hal terbaik dalam hidup terjadi, maka kita telah diberikan anugerah oleh-Nya  untuk membuatnya menjadi mungkin terjadi. Berikan perjuangan yang terbaik, dan berhenti  mengharapkan terlalu banyak bantuan dari orang lain.

2. Mengetahui nilai kita – Hormati diri sendiri. Jangan berharap untuk melihat perubahan positif dalam hidup, jika kita membiarkan orang-orang negatif di sekeliling kita. Ketahui nilai kita dan apa yang kita tawarkan, dan jangan pernah puas dengan apa pun kurang dari apa yang layak kita dapatkan.

3. Jangan biarkan masa lalu menghukum impian kita – Hidup dalam kedamaian akan sangat membantu kita untuk tumbuh menuju masa depan yang lebih baik.

4. Memilih hal-hal yang benar-benar penting – Mengendalikan diri untuk tetap berada di jalur impian kita yang seharusnya . Seringkali kita memiliki tujuan untuk ‘ bebas finansial’ dan kita tahu cara untuk mencapainya, tetapi gengsi yang berlebihan membuat kita terlalu boros untuk memenuhi gaya hidup mewah demi mendapatkan pengakuan dari lingkungan kita.

5. Menerima kekuatan dan kelemahan kita – Yakinlah untuk menjadi KITA. Hentikan  membuang waktu terlalu banyak untuk membandingkan diri dengan orang lain.

6. Percaya diri – Kita dilahirkan bukan untuk menjadi sempurna., bukan untuk menjadi apa yang orang lain inginkan.

7. Pertahankan hubungan atau meninggalkannya apabila harus – Beberapa orang datang ke dalam hidup kita sebagai berkat, yang lain datang ke dalam hidup kita sebagai pelajaran. Ambil pengalaman baik dari kejadian tersebut.

8. Memenuhi panggilan hati – Mengikuti kata hati , dan menjalaninya dengan logika yang jernih.

9. Jangan pernah menyerah pada keadaan – Kekuatan kita tidak hanya berada dalam kemampuan untuk bertahan, tetapi juga dalam kemampuan untuk memulai kembali ketika memang harus melakukannya. Tidak ada yang perlu ditakuti, Tuhan selalu menyertai umat-Nya.

7 Kebohongan yang terdengar saat ingin mengejar impian kita

 

http://www.kanikiworld.com/7-kebohongan-yang-terdengar-saat-ingin-mengejar-impian-kita/

ebelum kita mengambil langkah pertama untuk mengejar impian kita,  biasanya orang-orang di sekitar kita, akan memberikan saran yang terlihat mengerikan. Ini bukan karena mereka memiliki niat jahat. Tetapi karena mereka tidak memahami gambaran besar – apa impian kita.

Mereka tidak mengerti bahwa hasil dari impian yang ingin kita capai  adalah sepadan dengan risikonya. Jadi mereka mencoba untuk melindungi kita dari kemungkinan gagal, yang di sisi lain , juga menghambat kita dari kemungkinan membuat impian kita menjadi kenyataan.

Berikut ini adalah 7 kebohongan  yang mungkin akan kita dengar ketika kita memutuskan untuk mengejar impian kita :

1. Kamu dapat melakukannya  nanti nanti saja , jangan aneh aneh deh  - Hari ini adalah satu satunya kesempatan yang kita miliki untuk membuat perbedaan dalam hidup kita. Jangan menunggu sampai ‘suatu hari nanti’ untuk mengejar impian kita.

2. Lebih  aman untuk tetap focus di pekerjaan harianmu – Impian kita pasti membawa kehidupan kita menjadi lebih baik dan  aman tidak selalu berarti lebih baik.

3. Itu tidak mungkin! – Segala hal akan mungkin apa bila kita mau memulai untuk melakukannya. Dan kabar baiknya , banyak hal yang terlihat tidak mungkin tetapi menjadi mungkin dengan bermodal keteguhan hati.  Habibie Afsyah – tumbuh dengan keterbatasan fisik namun mampu memiliki penghasilan rata2 $500 – $ 10.000 per bulan . Lance Armstrong – juara tour de france 1999, setelah 18 minggu melawan kankernya.

4. Kamu akan gagal, dan gagal itu buruk – Mungkin gagal itu buruk, tetapi  tidak melakukan apa apa karena terlalu takut untuk membuat kesalahan adalah kegagalan kita yang terbesar. Jika kita tidak bisa menangani kegagalan, maka kita tidak bisa menangani kesuksesan dengan baik juga .

5. Kamu tidak memiliki akses ke sumber daya yang tepat - Ini bukan tentang memiliki sumber daya yang tepat, melainkan tentang memanfaatkan dengan baik  sumber daya yang kita punya.

6. Kamu membutuhkan tabungan yang besar  sebelum  mengambil langkah pertama – Yang  kita butuhkan adalah  rencana yang baik. Hilangkan semua biaya yang tidak penting dalam hidup kita. Jika dalam mengejar impian  mengharuskan kita untuk meninggalkan pekerjaan kita, maka anggarkan jumlah minimum yang kita perlukan untuk hidup secara realistis. Jika belum mampu, anggarkan waktu yang baik untuk memulai melakukannya .

7. Kamu akan luar biasa bekerja keras – Itu sangat benar, tetapi bukan alasan yang menghalangi kita untuk mulai bertindak. Impian kita layak untuk diperjuangkan dengan kerja keras dalam semangat yang tinggi. Percayalah, Tuhan pasti memungkinkan mimpi mimpi besar yang ingin dicapai melalui kerja keras kita.

Kamis, 29 November 2012

RENDAH HATI & BUKTI KEBAIKAN TUHAN

Amsal 18:12
"Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan."
Amsal 15:33
"Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan."
Orang yang rendah hati akan mudah untuk menerima didikan dari Tuhan, tetapi orang yang tinggi hati tidak akan dikenan bahkan ditentang oleh Tuhan.
Mazmur 25:9
"Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati."
Yakobus 4:6
"Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
Mulai hari ini ayo kita belajar untuk menjadi orang yang rendah hati, dan bukan saja ketenangan hidup yang akan kita terima, tetapi juga kekayaan dan kehormatan sebagai ganjarannya.
Amsal 22:4
"Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan."

Bukti kebaikan Tuhan
1. DIA mau menguatkan kita ditengah masalah
2. DIA mau menolong & memakai kita.
3. DIA mau melakukan perkara besar melalui kita.
4. DIA mau selalu ada pada saat kita memerlukan DIA.

Minggu, 25 November 2012

rendah hati (mother teresa)

Rendah Hati Menurut Mother Theresa

1. Berbicara sedikit mungkin tentang diri sendiri: kalau saya…, keluarga saya .., anak saya .., dan segala tentang saya.

2. Uruslah sendiri persoalan-persoalan pribadi, tidak perlu menceritakan ke orang lain untuk menunjukkan betapa beratnya persoalan pribadi kita.

3. Hindari rasa ingin tahu. Lebih baik menahan diri untuk bertanya dan memberikan pendapat kalau tidak ditanya.

4. Janganlah mencampuri urusan orang lain

5. Terimalah pertentangan dengan gembira

6. Jangan memusatkan perhatian kepada kesalahan orang lain

7. Terimalah hinaan dan caci maki

8. Terimalah perasaan tak diperhatikan, dilupakan dan dipandang rendah

9. Mengalah terhadap kehendak orang lain

10. Terimalah celaan walaupun anda tidak layak menerimanya

11. Bersikap sopan dan peka, sekalipun seseorang memancing amarah anda

12. Janganlah mencoba agar dikagumi dan dicintai. Termasuk kalau nama kita tidak disebutkan/ditulis dalam kepanitiaan, padahal kerjanya paling sibuk.

13. Bersikap mengalah dalam perbedaan pendapat, walaupun anda yg benar.

14. Pilihlah selalu yang tersulit. Saat tidak ada orang yang bersedia mengerjakan sesuatu, ambilah tanggung jawab tersebut.

Komitmen dlm pernikahan

Pernikahan adalah ticket 1x jalan, jad¡ pastikan bersama pasangan k¡ta menuju tempat yang lebih baik dari saat ini.
Pernikahan adalah tempat dimana kita dituntut menjadi dewasa & salah satu tanda dewasa adalah SIAP memikul tanggung jawab.
Pernikahan bukan masalah feeling suka tidak suka, tetapi tentang komitmen.
Masalah dalam pernikahan biasanya karena k¡ta tidak memahami perbedaan pria & wanita.
Jangan tuntut pasangan untuk berubah, k¡talah yang harus berubah lebih dahulu.
Ingatlah :
BETTER ME = BETTER WE
☻ 3 Kesalahan Umum ☻
Yang sering dilakukan suami :
A. Tidak memperhatikan perasaan istri.
Laki² lebih pakai logika, wanita pakai feeling.
B. Lebih fokus memikirkan solusi daripada mendengar.
Wanita biasanya ingin didengarkan, dia ingin suami merasakan apa yang dia rasakan.
C. Seringkali setelah bicara, suami pergi tanpa beri kepastian / jawaban.
☻ 3 Kesalahan Umum ☻
Yang sering dilakukan istri :
A. Memberi petunjuk tanpa diminta.
Mungkin bagi istri menunjukkan perhatian, tetapi bagi suami merasa dikontrol.
B. Mengeluhkan suami d¡ hadapan orang lain.
C. Mencoba membenarkan pada saat suami melakukan kesalahan (istri merasa lebih benar).
Selama berumah tangga, milikilah komitmen² ini :
1. Komitmen untuk tetap berpacaran.
2. Komitmen memiliki sexual intimacy regularly.
3. Komitmen untuk saling membantu (jangan mengkritik pasangan).
4. Komitmen untuk punya romantic get away (liburan berdua).
5. Komitmen berkomunikasi dengan jelas (saling cerita, terbuka, jangan biasakan bilang tidak ada apa² bila ada apa², pasangan kita bukan dukun)
6. Komitmen untuk bicara hal yang baik tentang pasangan (puji pasangan)
7. Komitmen untuk jadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya (fisik yang sehat adalah kado buat pasangan)
8. Komitmen untuk mudah mengampuni pasangan.
9. Komitmen untuk bergandengan & berpelukan.
10. Komitmen untuk h¡dυp dalam kesetiaan

Sent from my iPad