Cara pandang hidup akan mempengaruhi masa depan seseorang. Karena cara
pandang hidup inilah yang akan menjadi cara hidup. Dari cara hidup, akan
menentukan cara bersikap. Dan dengan sikap, orang akan menemukan takdirnya.
Tidak semua takdir telah tertulis, ada sebagian takdir yang dalam genggaman
orang itu sendiri. Memberikan sebuah botol kosong dan uang sepuluh rupee.
Kemudian anak itu pergi membeli apa yang diperintahkan ibunya. Dalam
perjalanan pulang, ia terjatuh. Minyak yang ada di dalam botol itu tumpah
hingga separuh. Ketika mengetahui botolnya kosong separuh, ia menemui
ibunya dengan menangis, "Ooo… saya kehilangan minyak setengah botol! Saya
kehilangan minyak setengah botol!" Ia sangat bersedih hati dan tidak
bahagia. Tampaknya ia memandang kejadian itu secara negatif dan bersikap
pesimis.
Kemudian, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak.
Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee lagi. Kemudian anaknya
pergi. Dalam perjalanan pulang, ia juga terjatuh. Dan separuh minyaknya
tumpah. Ia memungut botol dan mendapati minyaknya tinggal separuh. Ia
pulang dengan wajah berbahagia. Ia berkata pada ibunya, "Ooo… ibu saya tadi
terjatuh. Botol ini pun terjatuh dan minyaknya tumpah. Bisa saja botol itu
pecah dan minyaknya tumpah semua. Tapi, lihat, saya berhasil menyelamatkan
separuh minyak." Anak itu tidak bersedih hati, malah ia tampak berbahagia.
Anak ini tampak bersikap optimis atas kejadian yang menimpanya.
Sekali lagi, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol
minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee. Anaknya yang
ketiga pergi membeli minyak. Sekali lagi, anak itu terjatuh dan minyaknya
tumpah. Ia memungut botol yang berisi minyak separuh dan mendatangi ibunya
dengan sangat bahagia. Ia berkata, "Ibu, saya menyelamatkan separuh
minyak."
Tapi anaknya yang ketiga ini bukan hanya seorang anak yang optimis. Ia juga
seorang anak yang realistis. Dia memahami bahwa separuh minyak telah
tumpah, dan separuh minyak bisa diselamatkan. Maka dengan mantap ia berkata
pada ibunya, "Ibu, aku akan pergi ke pasar untuk bekerja keras sepanjang
hari agar bisa mendapatkan lima rupee untuk membeli minyak setengah botol
yang tumpah. Sore nanti saya akan memenuhi botol itu."
Kita bisa memandang hidup dengan kacamata buram, atau dengan kacamata yang
terang. Namun, semua itu tidak bermanfaat jika kita tidak bersikap
realistis dan mewujudkannya dalam bentuk KERJA.
Senin, 28 November 2011
Memilih untuk berbahagia & bersukacita
Memilih untuk berbahagia & bersukacita
Kita harus bersukacita & berbahagia sepanjang waktu.
dalam kesukaran2 anda, saat segala sesuatu tdk sesuai dg keinginan anda,
drpd mengasihani diri sendiri & berpikir tentang betapa tdk adilnya kehidupan memperlakukan anda,
Buatlah sebuah keputusan untuk bersukacita di dalam Tuhan.
Pilihlah untuk berbahagia! Pilihlah untuk tertawa!
Pilihlah untuk tetap penuh sukacita!
Kita harus bersukacita & berbahagia sepanjang waktu.
dalam kesukaran2 anda, saat segala sesuatu tdk sesuai dg keinginan anda,
drpd mengasihani diri sendiri & berpikir tentang betapa tdk adilnya kehidupan memperlakukan anda,
Buatlah sebuah keputusan untuk bersukacita di dalam Tuhan.
Pilihlah untuk berbahagia! Pilihlah untuk tertawa!
Pilihlah untuk tetap penuh sukacita!
Selasa, 08 November 2011
Perkataan a/ cerminan hati
Perkataanmu ADALAH CERMINAN HATIMU
Mencaci orang dgn kata-2 kotor TDK membuat orang menjadi kotor,
malah sebaliknya mengotori diri sendiri,
Sebab kata-2 kotor itu keluar dari hati & pikiran kita.
Hanya hati & pikiran yg kotor mengeluarkan kata-2 yg kotor.
Menghina orang TDK membuat orang terhina melainkan membuat hina diri sendiri,
Sebab hanya hati & pikiran yg hina akan mengeluarkan kata-2 & perilaku menghina.
Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. - Matius 15:18
Menghormati orang dgn kata-2 kasih AKAN membuat diri kita dihormati & hati kita merasa damai sejahtera,
Sebab hanya hati yg damai sejahtera akan mengeluarkan kata-2 kasih.
Menguatkan orang dgn kata-2 bijak AKAN membuat diri kita menjadi kuat & pikiran kita bijak,
Sebab hanya pikiran yg bijak akan melahirkan kata-kata bijak.
Membahagiakan orang dgn kata-2 berpengharapan AKAN membuat diri kita bahagia & jiwa kita penuh harapan,
Sebab hanya jiwa yg penuh harapan dpt menyampaikan kata-2 penuh harapan.
"KATA-2 & PERBUATAN KiTA SELAIN CERMIN HATI, JUGA AKAN LAMBAT LAUN MEMBENTUK SIAPA DIRI KiTA NANTINYA!!"
Sent from my BlackBerry®
Mencaci orang dgn kata-2 kotor TDK membuat orang menjadi kotor,
malah sebaliknya mengotori diri sendiri,
Sebab kata-2 kotor itu keluar dari hati & pikiran kita.
Hanya hati & pikiran yg kotor mengeluarkan kata-2 yg kotor.
Menghina orang TDK membuat orang terhina melainkan membuat hina diri sendiri,
Sebab hanya hati & pikiran yg hina akan mengeluarkan kata-2 & perilaku menghina.
Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. - Matius 15:18
Menghormati orang dgn kata-2 kasih AKAN membuat diri kita dihormati & hati kita merasa damai sejahtera,
Sebab hanya hati yg damai sejahtera akan mengeluarkan kata-2 kasih.
Menguatkan orang dgn kata-2 bijak AKAN membuat diri kita menjadi kuat & pikiran kita bijak,
Sebab hanya pikiran yg bijak akan melahirkan kata-kata bijak.
Membahagiakan orang dgn kata-2 berpengharapan AKAN membuat diri kita bahagia & jiwa kita penuh harapan,
Sebab hanya jiwa yg penuh harapan dpt menyampaikan kata-2 penuh harapan.
"KATA-2 & PERBUATAN KiTA SELAIN CERMIN HATI, JUGA AKAN LAMBAT LAUN MEMBENTUK SIAPA DIRI KiTA NANTINYA!!"
Sent from my BlackBerry®
PENGHARAPAN
PENGHARAPAN
Bacaan: Roma 15:1-13
Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera (Roma 15:13)
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Yohanes 15-18
------------------------------------------------------------------
Pada 5 Agustus 2010, tambang emas dan tembaga di Copiapo, Cile, runtuh. Sebanyak 33 penambang terperangkap. Regu penyelamat yang mencari mereka, nyaris putus asa. Namun, 17 hari kemudian, diketahui bahwa mereka masih hidup walau terperangkap di dalam tambang sedalam 700 meter. Dan, mereka harus sabar menanti hingga 7 minggu, sebelum mesin bor berhasil menembus lubang tempat mereka berlindung.
Ya, manusia bisa bertahan hidup selama 40 hari tanpa makan, 4 hari tanpa minum, 4 menit tanpa bernapas. Namun, manusia tak mampu hidup bahkan selama 4 detik saja, jika ia tak punya semangat dan harapan. Itu sebabnya di tengah impitan dan tahap awal aniaya terhadap jemaat Roma, Paulus menasihati agar setiap orang percaya bergantung kepada Allah sumber pengharapan, sukacita, damai sejahtera. Di tengah tekanan sekalipun, Dia sanggup memberi kekuatan dan pengharapan (ayat 13). Maka, yang kuat dapat menolong yang lemah dan lelah. Dengan kerukunan yang demikian, orang-orang beriman itu memuliakan Allah (ayat 1-6).
Ketika dunia menganggap 33 penambang Cile itu pahlawan, dengan keras Henriques salah satu dari mereka menolaknya. Katanya, "Kita bukan pahlawan, dan jika ada pahlawan, itu adalah semangat yang diberikan Tuhan, yang membuat kami bertahan". Ternyata, semasa di dalam tambang ia membacakan sejumlah ayat Alkitab kepada teman-temannya, untuk menjaga semangat mereka.
Mari jalani hidup ini dengan penuh semangat. Apalagi untuk melakukan tugas sebagai saksi Kristus: memberkati dan menolong banyak orang di sekitar kita yang hidup dalam keputusasaan --SST
------------------------------------------------------------------
HIDUP DIBERI AGAR DIJALANI DENGAN PENUH ARTI
MAKA TUHAN MENYALAKAN SEMANGAT AGA KITA MENJADI BERKAT
------------------------------------------------------------------
Dikirim dari aplikasi Alkitabku. Unduh di http://bb.alkitabku.com
Sent from my BlackBerry®
Bacaan: Roma 15:1-13
Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera (Roma 15:13)
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Yohanes 15-18
------------------------------------------------------------------
Pada 5 Agustus 2010, tambang emas dan tembaga di Copiapo, Cile, runtuh. Sebanyak 33 penambang terperangkap. Regu penyelamat yang mencari mereka, nyaris putus asa. Namun, 17 hari kemudian, diketahui bahwa mereka masih hidup walau terperangkap di dalam tambang sedalam 700 meter. Dan, mereka harus sabar menanti hingga 7 minggu, sebelum mesin bor berhasil menembus lubang tempat mereka berlindung.
Ya, manusia bisa bertahan hidup selama 40 hari tanpa makan, 4 hari tanpa minum, 4 menit tanpa bernapas. Namun, manusia tak mampu hidup bahkan selama 4 detik saja, jika ia tak punya semangat dan harapan. Itu sebabnya di tengah impitan dan tahap awal aniaya terhadap jemaat Roma, Paulus menasihati agar setiap orang percaya bergantung kepada Allah sumber pengharapan, sukacita, damai sejahtera. Di tengah tekanan sekalipun, Dia sanggup memberi kekuatan dan pengharapan (ayat 13). Maka, yang kuat dapat menolong yang lemah dan lelah. Dengan kerukunan yang demikian, orang-orang beriman itu memuliakan Allah (ayat 1-6).
Ketika dunia menganggap 33 penambang Cile itu pahlawan, dengan keras Henriques salah satu dari mereka menolaknya. Katanya, "Kita bukan pahlawan, dan jika ada pahlawan, itu adalah semangat yang diberikan Tuhan, yang membuat kami bertahan". Ternyata, semasa di dalam tambang ia membacakan sejumlah ayat Alkitab kepada teman-temannya, untuk menjaga semangat mereka.
Mari jalani hidup ini dengan penuh semangat. Apalagi untuk melakukan tugas sebagai saksi Kristus: memberkati dan menolong banyak orang di sekitar kita yang hidup dalam keputusasaan --SST
------------------------------------------------------------------
HIDUP DIBERI AGAR DIJALANI DENGAN PENUH ARTI
MAKA TUHAN MENYALAKAN SEMANGAT AGA KITA MENJADI BERKAT
------------------------------------------------------------------
Dikirim dari aplikasi Alkitabku. Unduh di http://bb.alkitabku.com
Sent from my BlackBerry®
Senin, 31 Oktober 2011
1 nov 2011
01-11-11
Tuhan punya hadiah utkmu di bulan ini:
☆ Sebuah Cahaya
untuk Kegelapan :)
☆ Sebuah Rencana
untuk Hari Esok :)
☆ Sebuah Jalan Keluar
untuk Masalah :)
☆ Sebuah Kebahagian
untuk Kesedihan :)
Dan aku punya hadiah utkmu hari ini...
Ѽ "Sebuah Doa"
&
Ѽ "Harapan"
agar Tuhan selalu menyertai setiap langkahmu
Sent from my BlackBerry®
Tuhan punya hadiah utkmu di bulan ini:
☆ Sebuah Cahaya
untuk Kegelapan :)
☆ Sebuah Rencana
untuk Hari Esok :)
☆ Sebuah Jalan Keluar
untuk Masalah :)
☆ Sebuah Kebahagian
untuk Kesedihan :)
Dan aku punya hadiah utkmu hari ini...
Ѽ "Sebuah Doa"
&
Ѽ "Harapan"
agar Tuhan selalu menyertai setiap langkahmu
Sent from my BlackBerry®
Minggu, 30 Oktober 2011
ULAR DAN KATAK
ULAR DAN KATAK
Bacaan: Galatia 5:1-6:2
Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus (Galatia 6:2)
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Lukas 8-11
------------------------------------------------------------------
Pada saat bencana banjir di Brisbane Queensland akhir tahun 2010 lalu, Armin Gerlach seorang teknisi kantor berita berhasil mengabadikan sebuah momen langka. Yakni rekaman foto tentang persahabatan seekor katak hijau yang mendapat tumpangan di punggung seekor ular coklat yang berenang melintasi genangan air akibat banjir. Bukankah seekor ular biasanya melahap katak yang lemah sebagai mangsanya? Namun, ketika bencana menimpa, dua hewan itu mampu mengesampingkan segala perbedaan di antara keduanya hingga si kuat memberi diri menyelamatkan si lemah.
Sebagai makhluk yang lebih mulia, seharusnya manusia bisa bersikap lebih dari itu. Namun kenyataannya, banyak orang hidup dengan memuaskan nafsu dagingnya sampai saling menggigit, menelan, dan membinasakan (ayat 15). Oleh sebab itu, Paulus mengingatkan bahwa kita telah dimerdekakan dari perbudakan dosa oleh penebusan Kristus (5:1). Maka, jangan sampai kita berbalik lagi ke dalam kehidupan lama (ayat 16-21). Setiap orang beriman harus menghidupi hakikat hidup barunya, yaitu hidup oleh Roh dan dipimpin oleh Roh (ayat 25) agar menghasilkan buah Roh (ayat 22-23). Bagaimana hidup oleh Roh itu diwujudkan dalam relasi antar orang beriman, agar hidup ini menghasilkan buah Roh yang memberkati sesama dan memuliakan Tuhan?
Ingat dan terapkan firman ini sebagai petunjuk praktis hidup sehari-hari: Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus" (Galatia 6:2). Sebagai orang yang sudah dibebaskan Kristus dari dosa, kiranya hidup kita jauh dari sikap egois, penuh dengki, saling menggigit dan menelan --SST
------------------------------------------------------------------
TUHAN MENYELAMATKAN KITA DENGAN KASIH YANG TIDAK EGOIS
MAKA BETAPA TAK TAHU MALUNYA KITA APABILA HIDUP EGOIS
------------------------------------------------------------------
Dikirim dari aplikasi Alkitabku. Unduh di http://bb.alkitabku.com
Sent from my BlackBerry®
Bacaan: Galatia 5:1-6:2
Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus (Galatia 6:2)
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Lukas 8-11
------------------------------------------------------------------
Pada saat bencana banjir di Brisbane Queensland akhir tahun 2010 lalu, Armin Gerlach seorang teknisi kantor berita berhasil mengabadikan sebuah momen langka. Yakni rekaman foto tentang persahabatan seekor katak hijau yang mendapat tumpangan di punggung seekor ular coklat yang berenang melintasi genangan air akibat banjir. Bukankah seekor ular biasanya melahap katak yang lemah sebagai mangsanya? Namun, ketika bencana menimpa, dua hewan itu mampu mengesampingkan segala perbedaan di antara keduanya hingga si kuat memberi diri menyelamatkan si lemah.
Sebagai makhluk yang lebih mulia, seharusnya manusia bisa bersikap lebih dari itu. Namun kenyataannya, banyak orang hidup dengan memuaskan nafsu dagingnya sampai saling menggigit, menelan, dan membinasakan (ayat 15). Oleh sebab itu, Paulus mengingatkan bahwa kita telah dimerdekakan dari perbudakan dosa oleh penebusan Kristus (5:1). Maka, jangan sampai kita berbalik lagi ke dalam kehidupan lama (ayat 16-21). Setiap orang beriman harus menghidupi hakikat hidup barunya, yaitu hidup oleh Roh dan dipimpin oleh Roh (ayat 25) agar menghasilkan buah Roh (ayat 22-23). Bagaimana hidup oleh Roh itu diwujudkan dalam relasi antar orang beriman, agar hidup ini menghasilkan buah Roh yang memberkati sesama dan memuliakan Tuhan?
Ingat dan terapkan firman ini sebagai petunjuk praktis hidup sehari-hari: Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus" (Galatia 6:2). Sebagai orang yang sudah dibebaskan Kristus dari dosa, kiranya hidup kita jauh dari sikap egois, penuh dengki, saling menggigit dan menelan --SST
------------------------------------------------------------------
TUHAN MENYELAMATKAN KITA DENGAN KASIH YANG TIDAK EGOIS
MAKA BETAPA TAK TAHU MALUNYA KITA APABILA HIDUP EGOIS
------------------------------------------------------------------
Dikirim dari aplikasi Alkitabku. Unduh di http://bb.alkitabku.com
Sent from my BlackBerry®
Sabtu, 29 Oktober 2011
ABAIKAN SAJA!
ABAIKAN SAJA!
Bacaan: Yohanes 11:45-57
Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat ... imam-imam kepala dan orang-orang Farisi telah memberikan perintah supaya setiap orang yang tahu di mana Dia berada memberitahukannya, agar (Yohanes 11:55,57)
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Lukas 5-7
------------------------------------------------------------------
Ada kalanya kita menghadapi masalah yang benar-benar serius, tetapi ada kalanya juga kita menghadapi masalah-masalah kecil. Andai kita mengabaikan semua masalah kecil, bukankah itu tidak akan memengaruhi hidup kita? Mengapa kita harus mengizinkan hal-hal itu menyita perhatian kita, menyedot seluruh energi dan menguras emosi? Mengapa gara-gara berbeda cara memencet pasta gigi, suami istri harus ribut hingga suasana rumah menjadi tak nyaman? Mengapa hanya karena kelewatan salah satu acara TV yang kita sukai, kita harus marah-marah? Seorang yang bijak pernah berkata, "Jangan ambil pusing masalah, jika tidak, masalah itu benar-benar akan membuat Anda pusing."
Kita memerlukan energi untuk melakukan hal-hal yang lebih penting. Jika kita terfokus pada masalah-masalah kecil, banyak perkara besar yang jauh lebih penting akan terabaikan. Bukannya meremehkan masalah-masalah kecil itu, tetapi kita perlu sedikit lebih rileks menghadapi hidup.
Kita perlu belajar dari Tuhan Yesus. Berkali-kali Dia dikecam dan dikritik gara-gara masalah "sepele". Orang Farisi dan Ahli Taurat selalu mencari-cari soal untuk menjatuhkan Yesus. Bahkan hingga menjelang akhir pelayanannya ancaman pembunuhan terhadap Yesus. Apakah ini membuat Yesus terfokus pada kecaman orang Farisi? Tidak! Yesus tetap berfokus kepada salib, sebab itu lebih penting daripada menanggapi serangan orang Farisi. Yesus sangat pintar menata prioritas perhatian. Dengan bersikap demikian, maka hal penting tak menjadi korban hal "sepele". Maka, energi-Nya juga tidak terkuras. Mari meniru Yesus --PK
------------------------------------------------------------------
BERI PERHATIAN CUKUP PADA SETIAP MASALAH SESUAI PORSINYA
MAKA KITA BISA BERUSAHA MAKSIMAL UNTUK MENCAPAI TUJUAN
------------------------------------------------------------------
Dikirim dari aplikasi Alkitabku. Unduh di http://bb.alkitabku.com
Sent from my BlackBerry®
Bacaan: Yohanes 11:45-57
Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat ... imam-imam kepala dan orang-orang Farisi telah memberikan perintah supaya setiap orang yang tahu di mana Dia berada memberitahukannya, agar (Yohanes 11:55,57)
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Lukas 5-7
------------------------------------------------------------------
Ada kalanya kita menghadapi masalah yang benar-benar serius, tetapi ada kalanya juga kita menghadapi masalah-masalah kecil. Andai kita mengabaikan semua masalah kecil, bukankah itu tidak akan memengaruhi hidup kita? Mengapa kita harus mengizinkan hal-hal itu menyita perhatian kita, menyedot seluruh energi dan menguras emosi? Mengapa gara-gara berbeda cara memencet pasta gigi, suami istri harus ribut hingga suasana rumah menjadi tak nyaman? Mengapa hanya karena kelewatan salah satu acara TV yang kita sukai, kita harus marah-marah? Seorang yang bijak pernah berkata, "Jangan ambil pusing masalah, jika tidak, masalah itu benar-benar akan membuat Anda pusing."
Kita memerlukan energi untuk melakukan hal-hal yang lebih penting. Jika kita terfokus pada masalah-masalah kecil, banyak perkara besar yang jauh lebih penting akan terabaikan. Bukannya meremehkan masalah-masalah kecil itu, tetapi kita perlu sedikit lebih rileks menghadapi hidup.
Kita perlu belajar dari Tuhan Yesus. Berkali-kali Dia dikecam dan dikritik gara-gara masalah "sepele". Orang Farisi dan Ahli Taurat selalu mencari-cari soal untuk menjatuhkan Yesus. Bahkan hingga menjelang akhir pelayanannya ancaman pembunuhan terhadap Yesus. Apakah ini membuat Yesus terfokus pada kecaman orang Farisi? Tidak! Yesus tetap berfokus kepada salib, sebab itu lebih penting daripada menanggapi serangan orang Farisi. Yesus sangat pintar menata prioritas perhatian. Dengan bersikap demikian, maka hal penting tak menjadi korban hal "sepele". Maka, energi-Nya juga tidak terkuras. Mari meniru Yesus --PK
------------------------------------------------------------------
BERI PERHATIAN CUKUP PADA SETIAP MASALAH SESUAI PORSINYA
MAKA KITA BISA BERUSAHA MAKSIMAL UNTUK MENCAPAI TUJUAN
------------------------------------------------------------------
Dikirim dari aplikasi Alkitabku. Unduh di http://bb.alkitabku.com
Sent from my BlackBerry®
Prinsip2 pengampunan
Prinsip2 PEngampunan
✽̶ Mengampuni σяαηƍ lain a/mnyadari bhw ǺŊ∂ά-pun telah diampuni ƬǙƗƗÄƝ. Berilah sebab engkau telah menerima.
✽̶ Lepaskan rasa sakit hatimu terhadap σяαηƍ Ɣƍ telah menyakiti ǺŊ∂ά. Secara mental/pikiran & emosional. φϋ βαϊκ untuk dirimu șέήđίяї.
✽̶ Terimalah kondisi σяαηƍ Ɣƍ belum berubah, belum bertobat, belum mnyadari kesalahannya. Kadang memang belum waktunya. Doa buat kebaikannya.
✽̶ σяαηƍ Ɣƍ mnyakiti Ќi†α̇ bisa dipakai ƬǙƗƗÄƝ sbg alat tuk mbentuk, mnguatkan, mdewasakan, & jadikan Ќi†α̇ lebih bijaksana di masa depan.
※ Berdamai, mengalah, mngampuni LEBIH βαϊκ drpd pahit hati, ingin balas dendam, & kebencian.
※ ♕ΛL̲̅L̲̅ÄƗƗ♕ mengendalikan segala sesuatu ϑƍ cara2 Ɣƍ tak terlihat & tak Ќi†α̇ ketahui.
♕ΛL̲̅L̲̅ÄƗƗ♕ membentuk & berusaha menjangkau org2 ϑƍ berbagai cara, termasuk org2 Ɣƍ telah menyakitimu.
Sent from my BlackBerry®
✽̶ Mengampuni σяαηƍ lain a/mnyadari bhw ǺŊ∂ά-pun telah diampuni ƬǙƗƗÄƝ. Berilah sebab engkau telah menerima.
✽̶ Lepaskan rasa sakit hatimu terhadap σяαηƍ Ɣƍ telah menyakiti ǺŊ∂ά. Secara mental/pikiran & emosional. φϋ βαϊκ untuk dirimu șέήđίяї.
✽̶ Terimalah kondisi σяαηƍ Ɣƍ belum berubah, belum bertobat, belum mnyadari kesalahannya. Kadang memang belum waktunya. Doa buat kebaikannya.
✽̶ σяαηƍ Ɣƍ mnyakiti Ќi†α̇ bisa dipakai ƬǙƗƗÄƝ sbg alat tuk mbentuk, mnguatkan, mdewasakan, & jadikan Ќi†α̇ lebih bijaksana di masa depan.
※ Berdamai, mengalah, mngampuni LEBIH βαϊκ drpd pahit hati, ingin balas dendam, & kebencian.
※ ♕ΛL̲̅L̲̅ÄƗƗ♕ mengendalikan segala sesuatu ϑƍ cara2 Ɣƍ tak terlihat & tak Ќi†α̇ ketahui.
♕ΛL̲̅L̲̅ÄƗƗ♕ membentuk & berusaha menjangkau org2 ϑƍ berbagai cara, termasuk org2 Ɣƍ telah menyakitimu.
Sent from my BlackBerry®
Jumat, 28 Oktober 2011
DUA PENYAMUN SATU YESUS
DUA PENYAMUN SATU YESUS
Bacaan: Lukas 23:33-43
Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah aku, apabila Engkau datang sebagai Raja" (Lukas 23:42)
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Lukas 1-4
------------------------------------------------------------------
Dua orang, pada satu tempat, satu waktu, dihadapkan pada hal yang sama, ternyata bisa membuat dua keputusan berbeda. Ini terjadi pada dua penyamun yang disalibkan bersama Yesus. Masing-masing di samping kiri dan kanan-Nya. Mereka menerima hukuman itu karena kejahatan yang sudah mereka lakukan.
Sebelum sampai ke salib, kedua penyamun ini mungkin sudah malang melintang di dunia kejahatan. Namun, aha, siapa lelaki di tengah ini? Apa kejahatan yang Dia perbuat? Mengapa Dia diam ketika disesah sedemikian rupa? Benarkah Dia menyebut diri-Nya Raja?
Penyamun pertama menghujat Yesus. Mungkin ia berpikir, jika orang yang berbuat baik dan berbuat jahat sama saja nasibnya, untuk apa menyusahkan diri dengan sedikit kebaikan dan empati? Penyamun kedua, walau awalnya menghujat, tertegun dengan sosok Yesus. Ada kepasrahan dan sikap koreksi diri darinya. Ada keyakinan bahwa kebenaran itu tetap ada walaupun tersangkut di tiang salib: Yesus tak bersalah. Saya bersalah.
Kepada Yesus, penyamun kedua menyampaikan permintaanya: "Yesus, ingatlah aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Ia hanya meminta Yesus mengingatnya. Itu lebih dari cukup baginya. Namun, Yesus memberi jauh melebihi yang ia minta. Tidak sekadar mengingat, tetapi hari itu juga ia bersama dengan Yesus di Firdaus.
Dua orang, satu waktu, satu tempat, satu kejadian, memandang satu Yesus. Apa yang mereka lihat dalam diri Yesus bisa berbeda satu sama lain, tetapi orang yang memilih yang terbaik, sudah bersama-sama dengan Yesus di Firdaus hari itu juga. Bagaimana dengan kita? --SL
------------------------------------------------------------------
BISA ADA BANYAK PANDANGAN ORANG TERHADAP YESUS
NAMUN YANG PENTING: BAGAIMANA KITA MEMANDANG YESUS?
------------------------------------------------------------------
Dikirim dari aplikasi Alkitabku. Unduh di http://bb.alkitabku.com
Sent from my BlackBerry®
Bacaan: Lukas 23:33-43
Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah aku, apabila Engkau datang sebagai Raja" (Lukas 23:42)
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Lukas 1-4
------------------------------------------------------------------
Dua orang, pada satu tempat, satu waktu, dihadapkan pada hal yang sama, ternyata bisa membuat dua keputusan berbeda. Ini terjadi pada dua penyamun yang disalibkan bersama Yesus. Masing-masing di samping kiri dan kanan-Nya. Mereka menerima hukuman itu karena kejahatan yang sudah mereka lakukan.
Sebelum sampai ke salib, kedua penyamun ini mungkin sudah malang melintang di dunia kejahatan. Namun, aha, siapa lelaki di tengah ini? Apa kejahatan yang Dia perbuat? Mengapa Dia diam ketika disesah sedemikian rupa? Benarkah Dia menyebut diri-Nya Raja?
Penyamun pertama menghujat Yesus. Mungkin ia berpikir, jika orang yang berbuat baik dan berbuat jahat sama saja nasibnya, untuk apa menyusahkan diri dengan sedikit kebaikan dan empati? Penyamun kedua, walau awalnya menghujat, tertegun dengan sosok Yesus. Ada kepasrahan dan sikap koreksi diri darinya. Ada keyakinan bahwa kebenaran itu tetap ada walaupun tersangkut di tiang salib: Yesus tak bersalah. Saya bersalah.
Kepada Yesus, penyamun kedua menyampaikan permintaanya: "Yesus, ingatlah aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Ia hanya meminta Yesus mengingatnya. Itu lebih dari cukup baginya. Namun, Yesus memberi jauh melebihi yang ia minta. Tidak sekadar mengingat, tetapi hari itu juga ia bersama dengan Yesus di Firdaus.
Dua orang, satu waktu, satu tempat, satu kejadian, memandang satu Yesus. Apa yang mereka lihat dalam diri Yesus bisa berbeda satu sama lain, tetapi orang yang memilih yang terbaik, sudah bersama-sama dengan Yesus di Firdaus hari itu juga. Bagaimana dengan kita? --SL
------------------------------------------------------------------
BISA ADA BANYAK PANDANGAN ORANG TERHADAP YESUS
NAMUN YANG PENTING: BAGAIMANA KITA MEMANDANG YESUS?
------------------------------------------------------------------
Dikirim dari aplikasi Alkitabku. Unduh di http://bb.alkitabku.com
Sent from my BlackBerry®
Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda
Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Youth Pledge
Firstly
We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one motherland, Indonesia.
Secondly
We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one nation, the nation of Indonesia.
Thirdly
We the sons and daughters of Indonesia, respect the language of unity, Indonesian.
Sent from my BlackBerry®
Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Youth Pledge
Firstly
We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one motherland, Indonesia.
Secondly
We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one nation, the nation of Indonesia.
Thirdly
We the sons and daughters of Indonesia, respect the language of unity, Indonesian.
Sent from my BlackBerry®
Langganan:
Postingan (Atom)