Kamis, 14 Oktober 2010

PERNIKAHAN DAN KELUARGA KRISTEN

PERNIKAHAN DAN KELUARGA KRISTEN

Pernikahan dan keluarga Kristen di akhir jaman merupakan a changing life mobile, yaitu suatu kehidupan yang terus menerus mengalami perubahan baik secara internal maupun eksternal. Kemampuan suami istri dalam menerapkan Firman Tuhan untuk menghadapi perubahan menjadi kunci utama membuat pernikahan dan keluarga menjadi lebih baik.  Pernikahan adalah penyatuan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan dalam jalinan cinta kasih yang berlaku untuk seumur hidup.  Penyatuan ini merupakan misteri Ilahi dimana melaluinya Allah hendak mengajarkan bagaimana hubungan antara Tuhan dengan umat-Nya.
Dalam pernikahan, keluarga mempunyai peranan penting dalam segala aspek kehidupan karena melaluinya seseorang dapat bertumbuh, berkarya dan mengaktualisasikan diri.  Prinsip-prinsip pernikahan dan keluarga sebagaimana tertulis dalam Alkitab sendiri jauh dan semakin ditinggalkan oleh pasutri masa kini, akibat pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh perubahan jaman.  Jadi yang menjadi prinsip dunia bolah berubah namun prinsip pernikanan dan keluarga Kristen tidak boleh berubah.
Pernikahan membutuhkan pengakuan publik, entah dengan ucapan sederhana  atau meriah sebagai suatu misiasi dan pengesahan hak mereka sebagai suami istri, anggota jemaat dan sebagian anggota masyarakat.  Jadi pernikahan menyangkut dua dimensi, yaitu dua dimensi institusional dan personal, kedua dimensi ini perlu dijaga agar ada keseimbangan.
Alkitab mencatat hakikat pernikahan sebagai penyatuan seorang laki-laki dan seorang perempuan.  Allah tidak menciptakan Hawa melalui debu tanah seperti Adam, atau mahluk lainnya.  Allah memilih dan mengambil dari tulang rusuk dan daging Adam sehingga mereka dapat menjadi menjadi satu daging, dengan maksud bahwa seorang perempuan berperan sebagai penolong.  Kata penolong dapat diartikan bahwa perempuan menjadi penolong bagi laki-laki sebab laki-laki tanpa perempuan tidaklah lengkap.
Hakikat pernikahan yang kedua, kedua pribadi setara adanya, namun mempunyai peranan yang berbeda-beda.  Ketiga, bahwa pernikahan adalah penyatuan yang utuh yaitu tubuh, roh dan jiwa.  Keempat, pernikahan adalah relasi yang terbuka, dimana suami istri saling terbuka tidak ada rahasia diantara mereka.  kelima, pernikahan adalah submission yaitu penahlukan diri di bawah kuasa dan pimpinan Kristus.
Tuhan telah menyediakan pasangan hidup bagi setiap orang, ketika Adam sedang tidur nyenyak Allah menyediakan istri baginya.  Itu berarti bagi orang percaya Tuhan terus bekerja untuk menyediakan pasangan dan memberi yang terbaik baginya.  Allah memiliki maksud dalam pernikahan, yaitu pernikahan menjadi tempat untuk pasutri saling melayani, tahu mengenai maksud dan rencana Allah, dan tempat belajar tentang Allah.  Dalam pernikahan keduanya menjadi satu daging.  Allah menciptakan seks bagi suami istri.  Seks adalah anugrah yang diberikan Tuhan secara khusus untuk dinikmati oleh pasangan suami istri.  Tingkat seks yang ada antara laki-laki dan perempuan berbeda.  Perbedaan ini terjadi karena adanya perbedaan anatomi yang membuat keduannya berbeda prilaku dan menjadi sumber mengapa laki-laki dan perempuan saling tertarik dan muncul perasaan cinta, untuk itu dalam pernikahan keduanya harus saling memahami apa arti seks.  Seks mempunyai pengaruh yang kuat terhadap kepribadian dan jalan hidup seseorang, oleh sebab itu seks penting untuk dibicarakan secara terbuka.
Di dalam pernikahan perlu juga pemahaman bahwa antara laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan dan perbedaan yang ada bukan untuk dipertentangkan tetapi untuk dinikmati, dan bukan untuk kerugian tetapi sebagai kesempatan untuk saling percayaPerbedaan yang ada antara lain adalah perbedaan eksistenti, peranan, emosi, social, fisik kebutuhan intelegensi, seks.  Tuhan menciptakan perbedaan, dan perbedaan merupakan sarana untuk saling melengkapi.  Perbedaana dalam keluarga bila tidak diselesaikan akan mengalami kegagalan.  Sebagai suami akan gagal bila suami diam terhadap Firman Tuhan, suami pasif, tidak menjalankan fungsinya, menghindar dari tanggung jawab.  Sedemikian juga dengan istri.  Istri akan gagal bila seorang istri terlalu dominant sehingga menguasai suami, terlalu agresif, menghindar dari tanggung jawab sebagai istri.  Kegagalan-kegagalan ini akan berdampak kepada anak-anak.
Di sadari atau tidak bahwa pernikahan bukanlah sesuatu yang dibiarkan saja, bila demikian pernikahan sedang terancam, sehingga keutuhan pernikahan harus dipelihara. Keutuhan akan terjaga bila adanya saling penyesuaian diri.  Jangan menuntut pasangan anda untuk berubah tetapi berusahalah untuk merubah diri kita dan menerima pasangan kita seutuhnya.  Dalam hal ini dibutuhkan penyesuaian diri, adaptasi dan pengampunan.
Keberhasilan pernikahan tidaklah diukur seberapa banyak anak, harta dan uang dalam bank, melainkan kemampuan pasutri dalam menempatkan sekala prioritas dalam keluarga, yaitu: Tuhan, suami istri, keluarga, pelayanan dan masyarakat.  Hal terpenting dalam pernikahan adalah ketika suami istri harus berkomunikasi.  Suami adalah orang yang paling dekat dengan istri demikian juga istri adalah teman paling dekat dengan suami.  Keadaan ini akan tercapai ketika pasutri tetap membangun komunikasi.  Disisi lain kita dapat mengamati bahwa keluarga harus menjadi tempat utama sebagai pusat pelatihan, pengajaran, kesaksian, dan perawatan, mengapa demikian? karena sangat sadikit anak-anak mengalami pertobatan melalui pelayanan ayah atau ibunya.  Seharusnya keluarga Kristen mejadi tempat istimewa bagi anak-anak supaya melaluinya lahirlah orang-orang beriman, orang-orang berprestasi dan saleh.  Keluarga Kristen menjadi tempat pemeliharaan jiwa-jiwa, tempat perteduhan diwaktu badai, tempat perawatan dan tempat penyembuhan bagi yang terluka, pemeliharaan bagi yang sakit.  seharusnya keluarga adalah sarana untuk merasakan kehadiran Allah yang merupakan impian umat Tuhan dan untuk itulah umat Tuhan diminta beribadah.
Ibadah merupakan suatu tindakan penghormatan yang disertai dengan ketaatan dan kekaguman kepada Allah yang hadir dan yang mau bersekutu dengan umat-Nya. Ibadah keluarga merupakan kegiatan utama dalam sejarah bangsa Israel jauh sebelum ada ibadah dalam bait Allah.  Ibadah keluarga sudah ada yaitu sejak penciptaan, ibadah merupakan sarana  dimana human pathos (Penderitaan dan kesulitan) manusia bertemu dengan Gad Ethos (kebaikan dan kemurahan) Allah.  Ibadah adalah pemberian istimewa dari Tuhan kepada umat-Nya agar melaluinya umat-Nya dapat berkomunikasi, melayani dan menyembah Dia.  Mengapa ibadah keluarga penting?  Itu berarti keluarga memberi tempat bagi kehadiran Tuhan dalam keluarga, ibadah dapat mendatangkan kebahagiaan, menyediakan hati bagi kehadiran Allah.
Unsur terpenting dalam ibadah keluarga adalah Firman, karena Firman adalah jiwa dalam ibadah.  Melalui penbacaan Firman Tuhan dalam keluarga  menandai bahwa Tuhanlah penilik kehidupan keluarga dan kesediaan tergantung kepada-Nya.  Firman Tuhan ibarat sebuah jalan yang dapat menuntun hidup orang percaya untuk mencapai karakter, iman, dedikasi dan komitmen kepada Tuhan.  unsur kedua yang terpenting dalam keluarga adalah doa.  Bila Firman adalah jiwa ibadah, maka doa adalah nafas ibadah umat percaya.  Pada jaman gereja mula-mula, rumah menjadi tempat jemaat yang percaya untuk berdoa.  Jemaat menyadari pentingnya doa dalam kehidupan umat pecaya sehingga jemaat mula-mula dengan giat mejadikan rumah mereka menjadi rumah doa.  Adapun unsur penting dalam doa adalah iman, penyembahan, pengakuan, pujian, pengucapan syukur, dedikasi dan permohonan.
Pernikahan Kristen juga mengajarkan tentang kebenaran Firman Tuhan. duduk dan makan bersama dengan semua anggota keluarga penuh dengan muatan teologis dan sarat dengan makna pendididkan bagi seluruh anggota keluarga.  Uang, kesibukan dan pekerjaan tidak boleh mengambil alih seluruh waktu dan mengabaikan waktu duduk dan makan bersama dengan seluruh anggota keluarga.  Duduk bersama disekitar meja makan menandakan keterbukaan hati seluruh anggota keluarga mengijinkanAllah hadir sebagaimana Bapa hadir dan memelihara anak-anak-Nya.  Duduk dan makan bersama menandakan bahwa seluruh anggota keluarga mengucap syukur karena Tuhan bukan hanya penyelamat, tetapi juga pemelihara.  Bahwa uang yang mereka peroleh lewat gaji atau penghasilan lainnya adalah berkat dari Tuhan.  Dengan duduk makan bersama disekitar meja makan, menandakan seluruh anggota keluarga memohon kembali kepada Tuhan untuk memberkati pemberian tersebut.  Duduk dan makan bersama sebagai anggota keluarga sebagai tanda kesukaan bahwa setelah Mereka leleh bekerja, maka Tuhan memuaskan mereka dengan segala berkat-Nya.
Bila semua hal diatas terlaksana dalam suatu pernikahan rumah tangga Kristen maka akan terjadi keharmonisan dan tidak akan pernah terjadi perceraian.  Perceraian adalah ciptaan manusia, suatu refleksi dari keberdosaan dan penolakan manusia terhadap rencana semula ketika Tuhan menciptakan pernikahan.  Tuhan membenci perceraian.


http://mangkecompany.net78.net/index_files/Page1576.htm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar